Kesadaran Cybersecurity di Indonesia dalam Kacamata Masyarakat Awam

Urgensi akan Cybersecurity di Indonesia

Ardi Sutedja (2015), ketua serta pendiri dari Indonesia Cyber Security Forum (ISCF) dan Indonesia Chief Officers Forum (id.CIO) menyatakan bahwa dunia kini telah memasuki era information-based society dimana hampir segala hal secara langsung berkaitan dengan informasi, sehingga kemampuan untuk mengakses informasi dengan cepat serta menyediakan informasi yang tepat menjadi salah satu kemampuan yang vital, baik dalam pekerjaan maupun bermasyarakat.

Hal serupa juga disampaikan oleh Handrini Ardiyanti (2016), seorang peneliti muda di bidang komunikasi dan pusat pengkajian pengolahan data dan informasi di Sekretariat Jenderal DPR RI menyatakan urgensi dari keadaan cybersecurity di Indonesia, secara umum menyatakan bahwa Indonesia kini dalam keadaan darurat terhadap ancaman cybersecurity, baik dari luar maupun dari dalam negeri.

Secara data empiris, berdasarkan pada nilai Global Cybersecurity Index (GCI), Indonesia mendapatkan nilai merah dalam hal pendidikan cybersecurity dan penerapan cybersecurity yang baik oleh masyarakat awam (Brahima, 2017).

Keadaan Sementara Pandangan Masyarakat Cybersecurity Indonesia

Dalam laporannya, Nugraha dan Putri (2016) menyatakan bahwa menurut data dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), dalam rentang tahun 2013 sampai tahun 2016, terdapat 36,6 juta cyber attack terjadi di Indonesia, laporan yang sama juga menyatakan keadaan sementara cybersecurity di Indonesia dalam keadaan yang memprihatinkan dikarenakan dari tingkat pemerintahan tertinggi sekalipun, kesadaran akan penerapan cyber-governance masih sangat kurang, begitu pula dengan kurangnya koordinasi pihak-pihak yang berkepentingan dalam permasalahan cybersecurity.

Salah satu penyebab rendahnya kesadaran awam dan penerapan terkait cybersecurity adalah rendahnya pendidikan akan cybersecurity di berbagai lapisan masyarakat di Indonesia serta kurangnya professional di bidang cybersecurity di Indonesia (Amaliya, 2018).

Namun bukan berarti pemerintah tidak melakukan hal yang berarti dalam menangani kondisi cybersecurity di Indonesia. Pemerintah telah menjalankan berbagai macam upaya dalam meningkatkan kualitas cybersecurity dalam berbagai bidang seperti pertahanan dengan melakukan berbagai perbaikan dari sudut pandang strategi nasional dan internasional (Setyawan & Sumari, 2016), penyelesaian masalah sosial di masyarakat (Chisholm, 2018), serta peningkatan sumber daya manusia (Kominfo, 2015).

Kendatipun upaya pemerintah telah banyak dilakukan, kesadaran publik akan pentingnya cybersecurity serta keamanan data dan privasi masih sangat kurang. Dari sudut pandang publik, permasalahan utama akan kesadaran cybersecurity di Indonesia terletak pada sulitnya mengaitkan perihal cybersecurity dengan kegiatan sehari-hari. Sehingga masyarakat awam cenderung tidak merasa bahwa keamanan privasi serta privasi data menjadi masalah yang relevan.

Pentingnya privasi data dapat dilihat dari definisi dari istilah itu sendiri, data merupakan informasi, data pribadi berarti informasi pribadi yang dapat berupa sesuatu yang umum seperti nama, tempat tanggal lahir, tempat tinggal, maupun informasi sensitif seperti nomor telepon, nomor ponsel, bahkan nomor akun bank beserta pinnya. Namun di dunia digital seperti sekarang ini, privasi data juga meliputi segala hal yang terkait dengan alamat e-mail, termasuk akun sosial media, servis pesan singkat seperti whatsapp, facebook messenger, sampai dengan mobile banking dan electronic banking.

Sekiranya privasi data tidak terjaga dengan baik, maka bukan berarti tidak mungkin seseorang diteror melalui nomor ponselnya, uang di dalam rekening banknya diambil secara tidak sadar, akun sosial medianya diretas dan digunakan untuk hal yang tidak diinginkan, sampai dengan pencemaran nama baik yang bahkan tidak dapat dilaporkan karena pemilik data tersebut tidak mengetahui siapa yang sedang menerornya. Pelacakan perihal seperti ini bukanlah sesuatu yang mudah dan dapat dilakukan dengan cepat, begitu pula dengan sumber daya yang dikeluarkan untuk kebutuhan tersebut.

Dengan demikian, privasi data dalam bidang cybersecurity merupakan sesuatu yang sangat vital di era informasi seperi sekarang ini, memandangkan berbagai hal yang terkait dengan setiap individu, terlebih pada data yang sensitif yang sekiranya jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggungjawab, akan dapat merugikan berbagai pihak, terutama pemilik data tersebut.

Sign Up for Our Newsletters

Get the recent Newsly updates to your mailbox.

You May Also Like

Hacker, Dipenjarakan atau Dipekerjakan?

Beberapa tahun belakangan ini, banyak di berbagai media online memberitakan sekumpulan remaja…

Sudah Siapkah Startup di Indonesia akan Serangan Cyber Fraud?

Seringkali ketika menjumpai CTO (Chief Technology Officer) dari berbagai startup di Indonesia, yang…

Kasus Pencurian Kartu Kredit di Indonesia dan Objek Kambing Hitam yang Keliru

Mengutip dari Wikipedia, Sistem kartu kredit adalah suatu jenis penyelesaian transaksi ritel (retail)…

Minimnya Kesadaran Dalam Menggunakan Produk Bajakan di Indonesia

Penggunaan software bajakan adalah fenomena yang seringkali dilakukan oleh masyarakat yang hidup…