Bengkulu, Spoiler.id – Sejumlah elemen mahasiswa di Provinsi Bengkulu menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat persatuan masyarakat pasca kegiatan buka puasa bersama yang digelar bersama Kapolda Bengkulu di Mapolda Bengkulu.

Koordinator Daerah BEM SI Bengkulu, Kelvin Malindo, mengatakan momentum silaturahmi antara mahasiswa dan jajaran kepolisian menjadi langkah positif dalam membangun komunikasi yang konstruktif antara generasi muda dan aparat penegak hukum.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan sekaligus penjaga nilai-nilai persatuan di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif selama bulan suci Ramadhan.
“Kami mengapresiasi ruang dialog yang telah dibangun bersama Polda Bengkulu. Mahasiswa siap menjadi mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mendorong terciptanya situasi yang damai di Bengkulu,” kata Kelvin.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa juga memiliki tanggung jawab moral untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
Kelvin menilai, dinamika informasi di era digital saat ini membuat masyarakat harus semakin bijak dalam menyaring setiap informasi yang beredar, terutama melalui media sosial.
“Mahasiswa harus menjadi contoh dalam menggunakan media sosial secara bijak. Jangan sampai ruang digital justru menjadi sarana penyebaran provokasi atau informasi yang belum tentu kebenarannya,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen mahasiswa di Bengkulu untuk terus memperkuat solidaritas, menjaga toleransi antarumat beragama, serta mendorong dialog yang sehat dalam menyikapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Menurutnya, bulan Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk menahan diri, memperbanyak kebaikan, serta menjaga harmoni di tengah keberagaman. Karena itu, mahasiswa harus hadir sebagai penyejuk di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, sejumlah perwakilan organisasi kemahasiswaan yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan dukungan terhadap upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Provinsi Bengkulu melalui pendekatan dialog, kolaborasi, dan edukasi kepada masyarakat.
Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat keamanan, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Bengkulu dapat terus terjaga, khususnya selama bulan suci Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.













































