Diduga Tolak Pasien Keracunan MBG, Puskesmas Kembang Seri Disidak DPRD

0
7

Bengkulu Tengah, Spoiler.id – DPRD Bengkulu Tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah fasilitas layanan kesehatan, termasuk Puskesmas Kembang Seri, Sabtu (25/4), menyusul mencuatnya dugaan penolakan pasien dalam penanganan kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam penelusuran di lapangan, anggota DPRD menerima informasi bahwa seorang siswa yang mengalami gejala mual dan sakit perut sempat dibawa ke Puskesmas Kembang Seri, namun tidak mendapatkan penanganan. Pasien tersebut disebut tidak dilayani dengan alasan hanya menerima kasus gawat darurat, sehingga akhirnya dirujuk ke klinik swasta untuk mendapatkan perawatan.

Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Tengah, Arsyad Hamzah, mengatakan pihaknya akan menelusuri lebih lanjut kebenaran informasi tersebut dengan memanggil pihak-pihak terkait.

“Kami ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Informasi dugaan penolakan pasien ini akan menjadi bahan evaluasi bersama,” ujar Arsyad.

Ia menegaskan, apabila dugaan tersebut terbukti, maka hal itu merupakan pelanggaran serius terhadap standar pelayanan kesehatan yang berlaku.

Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Kembang Seri, Yanti, membantah adanya penolakan pasien berdasarkan hasil penelusuran internal yang telah dilakukan.

“Saya sudah konfirmasi ke dua petugas piket IGD pada saat kejadian. Menurut mereka, tidak ada pasien yang datang dengan keluhan keracunan,” kata Yanti.

Meski demikian, pihaknya tetap membuka kemungkinan untuk melakukan pendalaman lebih lanjut guna memastikan fakta yang sebenarnya.

“Ini baru hasil konfirmasi sementara. Ke depan akan kami dalami lagi untuk memastikan kebenarannya,” ujarnya.

Yanti juga menegaskan bahwa sesuai prosedur operasional standar (SOP), puskesmas tidak diperbolehkan menolak pasien dalam kondisi apa pun.

“Jika memang ada penolakan, itu jelas melanggar. Kami tidak boleh menolak pasien, baik dalam kondisi gawat darurat maupun tidak, semuanya harus dilayani,” tegasnya.

Sementara itu, kasus dugaan keracunan program MBG di Bengkulu Tengah diketahui menimpa sembilan siswa dari SMP Negeri 3 dan SD Negeri 1 setempat. Seluruh korban dilaporkan telah mendapatkan penanganan medis dan kini dalam kondisi membaik.

DPRD Bengkulu Tengah menyatakan akan segera memanggil seluruh pihak terkait guna mengungkap kronologi kejadian secara utuh sekaligus memastikan tidak terjadi pelanggaran dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here