Ketua Ojol Kamtibmas Bengkulu Dorong Sinergi Driver dan Polisi Jaga Keamanan

0
23

Bengkulu, Spoiler.id – Organisasi Ojol Kamtibmas Bengkulu terus memperkuat peran pengemudi ojek online dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui sinergi bersama Kepolisian Daerah Bengkulu.

Ketua Ojol Kamtibmas Bengkulu, Raka Dewangga, mengatakan organisasi tersebut berbeda dengan komunitas ojek online pada umumnya karena berada di bawah pembinaan Kepolisian Daerah Bengkulu.

Menurut dia, organisasi tersebut memiliki struktur resmi dengan Kapolda Bengkulu sebagai pembina sehingga menjadi wadah yang menghimpun para pengemudi ojek online untuk mendukung tugas kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Organisasi ini secara struktural memiliki pembina, yaitu Bapak Kapolda. Jadi sangat berbeda dengan komunitas lain karena kami berada di bawah naungan pemerintah, yakni Kepolisian Daerah Bengkulu,” kata Raka.

Ia menjelaskan, Ojol Kamtibmas Bengkulu menghimpun pengemudi roda dua dari empat aplikator, yakni Grab, ShopeeFood, Gojek, dan Maxim.

Keberadaan organisasi tersebut, lanjut dia, bertujuan menyatukan seluruh pengemudi ojek online dari berbagai platform agar dapat bersinergi tanpa memandang asal aplikator.

“Saya jelaskan, di Bengkulu ada empat aplikator, yaitu Grab, ShopeeFood, Gojek, dan Maxim. Kami menyatukan seluruh driver dari empat aplikator itu menjadi satu di Ojol Kamtibmas sehingga tidak ada lagi sekat antaraplikator,” ujarnya.

Saat ini, kata Raka, organisasi tersebut telah memiliki sekitar 150 anggota dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah.

Selain mempererat solidaritas antarpengemudi, anggota Ojol Kamtibmas juga berperan sebagai mitra kepolisian dalam memberikan informasi secara cepat apabila terjadi gangguan keamanan maupun keadaan darurat.

Menurut Raka, mobilitas pengemudi ojek online yang tinggi membuat mereka mampu menjangkau berbagai wilayah sehingga dapat menjadi mata dan telinga bagi aparat kepolisian.

“Yang pertama menjadi mata dan telinga bagi aparat. Driver memiliki mobilitas tinggi dan menjangkau area-area yang sulit dipantau patroli kepolisian sehingga pelaporan kejadian seperti jambret, curanmor, perkelahian, hingga kecelakaan bisa dilakukan dengan cepat melalui hotline 110,” katanya.

Ia mengakui masih terdapat stigma negatif dari sebagian kalangan yang menganggap anggota Ojol Kamtibmas sebagai pemberi informasi kepada polisi. Namun, ia menegaskan peran organisasi tersebut semata-mata membantu menciptakan lingkungan yang aman.

“Kami bukan seperti yang dianggap sebagian orang. Kami hanya menjadi informan atau mata dan telinga untuk menyampaikan informasi secara cepat apabila terjadi kecelakaan, curanmor, pembegalan, maupun kejadian lainnya,” ujarnya.

Raka menambahkan, pihaknya berharap ke depan anggota Ojol Kamtibmas dapat dilibatkan lebih luas dalam kegiatan sosial kemasyarakatan maupun penanggulangan bencana serta mendapatkan pelatihan khusus mengenai penanganan awal di lokasi kejadian.

Ia juga berharap pemerintah daerah dan kepolisian dapat memberikan pembekalan teknis agar para anggota memiliki kemampuan yang lebih baik dalam melaporkan maupun menangani situasi darurat sebelum petugas tiba di lokasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here