Popularitas PAN Naik, IPO: Kedekatan dengan Prabowo Jadi Faktor

0
118
Presiden Prabowo Subianto dan Menko Pangan sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. (Spoiler.id)

Jakarta, Spoiler.id – Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei nasional bertajuk Analisa Sosial: Persepsi Publik atas Optimisme dan Kinerja Pemerintah, yang memotret tingkat popularitas partai politik dan kinerja menteri Kabinet Indonesia Maju. Survei melibatkan 1.200 responden dari seluruh Indonesia.

Dengan margin of error sebesar 2,90 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen, survei ini menggunakan metode multistage random sampling untuk menjamin representasi data secara nasional.

Hasil survei menunjukkan bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersaing ketat dalam perebutan posisi lima besar partai politik paling populer saat ini.

Dalam urutan popularitas, IPO mencatat enam partai teratas sebagai berikut: PDI Perjuangan (94%), Partai Gerindra (92%), Partai Golkar (92%), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) (77,8%), PAN (71,5%), dan PKS (70,2%).

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menjelaskan, lonjakan popularitas PAN tidak lepas dari manuver politik yang dilakukan partai tersebut, serta kedekatan PAN dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Menarik memang terkait PAN, selain dapat dikatakan stabil, juga punya daya tawar yang menguat. Nuansa kedekatan dengan pemerintah atau Presiden Prabowo bisa ditimbang sebagai faktor,” kata Dedi dalam keterangan tertulis, Minggu (1/6/2025).

Ia menambahkan, keberadaan kader-kader PAN yang aktif di parlemen turut menopang elektabilitas partai yang saat ini dipimpin oleh Zulkifli Hasan.

“Tentu secara umum ini menandai keberhasilan Zulkifli Hasan dalam memimpin PAN,” tambahnya.

Survei IPO juga mengukur elektabilitas partai politik jika pemilu legislatif digelar hari ini. Hasilnya, Gerindra menempati posisi teratas dengan 34,7 persen, disusul PDI Perjuangan (12,5%), Golkar (10%), PKB (6,2%), PAN (5%), dan Demokrat (4,9%).

Menurut Dedi, lonjakan elektabilitas Gerindra kemungkinan besar dipengaruhi oleh popularitas Prabowo sebagai Presiden RI, sementara turunnya elektabilitas PDIP berkaitan dengan sejumlah faktor politik dan kasus hukum yang menyeret tokoh internal partai.

“Pergeseran signifikan ke Gerindra bisa dikaitkan dengan tren Prabowo sebagai Presiden. Sebaliknya, menurunnya PDIP dipicu dinamika politik internal, termasuk kasus korupsi yang menyeret Hasto dan relasi PDIP yang tengah diuji,” ujarnya.

Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here