Bengkulu, Spoiler.id – Polda Bengkulu menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Nala 2025 di Lapangan Anton Soejarwo, Mapolda Bengkulu, Jumat (19/12) pagi. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Bengkulu sebagai tanda dimulainya kesiapan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Provinsi Bengkulu.

Apel gelar pasukan itu dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu, Wakapolda Bengkulu, Plt Irwasda Polda Bengkulu, Karoops Polda Bengkulu, Dirlantas Polda Bengkulu, Dirpamobvit Polda Bengkulu, Dirintelkam Polda Bengkulu, Danrem 041/Garuda Emas, Danlanal Bengkulu, Kepala BMKG Bengkulu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Kepala Satpol PP, serta perwakilan satuan kerja di lingkungan Polda Bengkulu.
Dalam amanatnya, Kapolda Bengkulu menegaskan bahwa Operasi Lilin bukan hanya berfokus pada pengamanan arus lalu lintas, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat secara menyeluruh.
“Operasi Lilin bukan semata pengamanan lalu lintas. Ini adalah layanan Polri untuk menjaga kenyamanan sosial dan spiritual masyarakat, agar umat dapat beribadah dengan khusyuk dan merayakan Natal serta Tahun Baru dengan rasa aman dan damai,” kata Kapolda Bengkulu.
Apel tersebut melibatkan pasukan gabungan yang terdiri atas empat peleton Direktorat Reserse dan Intelijen, satu peleton Direktorat Lalu Lintas, dua peleton Satbrimobda, satu peleton Propam Polda, serta masing-masing satu peleton dari Dishub, Satpol PP, PLN, dan Pemadam Kebakaran.
Kapolda juga mengungkapkan bahwa berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang atau meningkat 7,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 20 dan 24 Desember 2025, sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada 28 Desember 2025 dan 4 Januari 2026.
Sejalan dengan itu, Polri bersama seluruh pemangku kepentingan akan melaksanakan Operasi Lilin 2025 selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan yang disiagakan di 2.903 pos pengamanan, pelayanan, dan pos terpadu untuk mengamankan 44.226 objek strategis.
Objek pengamanan tersebut meliputi gereja, terminal, bandara, pelabuhan, pusat perbelanjaan, hingga lokasi-lokasi perayaan malam pergantian tahun.
Selain itu, pengamanan Natal dan Tahun Baru tahun ini juga memberi perhatian khusus pada potensi bencana alam. Hal ini menyusul prakiraan BMKG terkait peningkatan curah hujan ekstrem di sejumlah wilayah, termasuk Bengkulu.
“Seluruh jajaran diminta memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan kontinjensi bencana,” ujar Kapolda.
Polri menegaskan, rangkaian pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui sinergi Polri dan seluruh unsur pemerintah dalam memberikan rasa aman, nyaman, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.















































