Dikbud Ungkap Penyebab Tiga SD Negeri di Bengkulu Tengah Tidak Mendapat Siswa Baru

0
6

Bengkulu Tengah, Spoiler.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bengkulu Tengah mencatat tiga sekolah dasar negeri tidak memperoleh peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027. Selain itu, sekitar 30 SD Negeri lainnya hanya menerima kurang dari 10 siswa baru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah, Erriyanto, mengatakan laporan penerimaan peserta didik baru dari seluruh SD Negeri di wilayah tersebut telah diterima secara final hingga Selasa (14/7/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, kuota penerimaan siswa baru di seluruh SD Negeri Bengkulu Tengah mencapai 6.171 orang. Namun, realisasi keterisian baru mencapai 1.599 siswa.

“Kuota penerimaan se-Bengkulu Tengah ada 6.171, total keterisian hanya 1.599. Ada sejumlah sekolah yang mendapatkan siswa baru di bawah 10 orang, bahkan ada yang tidak mendapatkan siswa baru,” kata Erriyanto.

Ia menjelaskan, tiga sekolah yang tidak memperoleh siswa baru masing-masing adalah SD Ihyatul Quran, SD Negeri 82, dan SD Negeri 85.

“Tiga SD ini tidak mendapatkan siswa baru,” ujarnya.

Selain itu, terdapat sekitar 30 SD Negeri yang hanya menerima kurang dari 10 peserta didik baru. Menurut Erriyanto, kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor.

Ia menyebutkan, minimnya jumlah anak usia sekolah di beberapa wilayah menjadi penyebab utama. Faktor lain adalah keberadaan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) dalam satu desa serta adanya calon siswa yang memilih sekolah di luar zonasi.

“Kami melihat penyebabnya pertama kurangnya anak usia sekolah, kedua ada sekolah seperti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di satu desa, ketiga ada siswa yang keluar dari zonasi,” jelasnya.

Meski jumlah siswa baru relatif sedikit, Erriyanto menegaskan kualitas pelayanan pendidikan tidak boleh menurun. Seluruh kepala sekolah dan guru diminta tetap memberikan layanan pendidikan yang maksimal kepada peserta didik.

“Kami instruksikan kepada seluruh guru untuk tidak mengurangi standar pendidikan meskipun mendapatkan siswa baru sedikit. Tidak ada yang berubah, layanan pendidikan terbaik tetap wajib diberikan di sekolah-sekolah,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah juga memperoleh program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat pada 2026 untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan yang mengalami kerusakan.

“Untuk sekolah rusak kami mendapat revitalisasi dari pusat. Jadi alasan warga tidak mau menyekolahkan anak ke sebuah sekolah karena gedung sekolah rusak saya rasa tidak ada,” kata Erriyanto.

Dikbud Bengkulu Tengah berharap berbagai upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan, termasuk revitalisasi fasilitas sekolah, mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri di wilayah tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here