Jakarta, Spoiler.id – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026), bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan yang mencakup penanganan krisis lingkungan, perbaikan kebijakan ekonomi, perlindungan kebebasan berpendapat, pemberantasan korupsi, serta penurunan biaya pendidikan dan kesehatan.
Komite Sadar terdiri atas mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gadjah Mada (UGM), UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya.
Namun, tidak seluruh kampus dalam aliansi tersebut menggelar demonstrasi di Jakarta. Sebagian mahasiswa melaksanakan aksi di daerah masing-masing.
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan mengatakan, BEM UI menggelar aksi di Jakarta, sedangkan sejumlah kampus lain memilih menyampaikan aspirasi di daerah sebelum mengadakan gerakan bersama.
“BEM UI akan aksi di Jakarta, untuk tanggal 20 yang lain di daerah masing-masing dulu, baru nanti kami akan buat gerakan besar bersama,” ujar Yatalathof saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).
Lima Tuntutan Mahasiswa
Dalam aksi memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama sebagai berikut.
- Menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana banjir sebagai bencana nasional, menjamin dan memulihkan kesehatan warga terdampak, serta mengadili pihak korporasi yang bertanggung jawab dan mencabut izin usaha mereka.
- Memperbaiki tata kelola kebijakan ekonomi dan memulihkan kepercayaan pasar.
- Menghentikan pembatasan kebebasan berpendapat.
- Memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
- Menurunkan biaya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik serta memastikan akses yang merata bagi masyarakat.
Alasan Mahasiswa Menggelar Aksi
Yatalathof menjelaskan, pemilihan tanggal 20 Oktober berkaitan dengan peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, menurut dia, demonstrasi tersebut bukan semata-mata menjadi ajang evaluasi pemerintahan, melainkan juga bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap kondisi bangsa.
“Dua tahun pemerintahan yang gagal untuk apa dievaluasi? Kita bergerak karena sudah tidak ada harapan. Kedaulatan rakyat direbut oleh penguasa dapat dilihat dari segala ironi dan penindasan di berbagai daerah. Jadi kita bergerak atas dasar ingin rakyat berdaulat juga,” kata Yatalathof.
Sebelum menggelar aksi, Komite Sadar menghimpun aspirasi masyarakat melalui survei terhadap 560 responden dari berbagai wilayah, mulai Sumatera hingga Papua.
Menurut Yatalathof, mayoritas responden menilai pemerintah belum maksimal menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Sejumlah persoalan yang disoroti meliputi kenaikan harga kebutuhan pokok, kebebasan berpendapat, korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, deforestasi, kebakaran hutan, mahalnya biaya pendidikan, serta persoalan ekonomi dan keuangan.
Yatalathof mengatakan hasil survei tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah agar merespons keresahan masyarakat secara serius, terutama terkait ekonomi, demokrasi, penegakan hukum, lingkungan, dan pendidikan.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

















































