Cegah Perundungan, Pemprov Bengkulu Edukasi Siswa SMAN 10 Seluma tentang Kekerasan terhadap Anak

0
7

Seluma, Spoiler.id — Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mengedukasi pelajar SMAN 10 Kabupaten Seluma tentang pencegahan perundungan dan kekerasan terhadap anak, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa dalam mengenali berbagai bentuk kekerasan, melindungi diri, serta berani melaporkan tindakan yang mengancam keselamatan mereka.

Sosialisasi yang dilaksanakan melalui Bidang Pelembagaan Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak tersebut melibatkan pemangku kepentingan dari tingkat provinsi hingga kabupaten. Sebanyak 65 peserta mengikuti kegiatan bertema “Mari Kita Bebaskan Bumi Merah Putih dari Tindakan Bullying dan Kekerasan terhadap Anak”, yang mayoritas pesertanya merupakan siswa SMAN 10 Kabupaten Seluma.

Kepala DP3AP2KB Provinsi Bengkulu, Ns. Gusti Miniarti, S.Kep., M.H., mengatakan edukasi mengenai pencegahan kekerasan penting diberikan kepada anak dan remaja, terutama di tengah perkembangan teknologi serta penggunaan media sosial yang menghadirkan berbagai risiko.

Menurut Gusti, kekerasan tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat berbentuk kekerasan verbal yang kerap dianggap sebagai candaan biasa.

“Harapan kita, anak-anak di Provinsi Bengkulu terhindar dari perilaku kekerasan dan mampu memahami tindakan yang termasuk kekerasan, meskipun terkadang dianggap sebagai hal biasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ejekan, perkataan yang merendahkan, dan candaan berlebihan yang menyakiti orang lain perlu diwaspadai. Pemahaman tersebut diharapkan membantu siswa membedakan interaksi yang wajar dari perilaku yang dapat melukai orang lain.

Melalui sosialisasi ini, para peserta juga memperoleh pemahaman mengenai perkembangan mental anak serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

Pelajar Diimbau Berani Melaporkan Perundungan

Kepala Bidang Pelembagaan Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Provinsi Bengkulu, Hastuty Mahdalena, S.Sos., M.Si., mengajak para siswa meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Ia mengingatkan bahwa siswa yang mengalami, menyaksikan, atau mengetahui tindakan kekerasan terhadap teman sebaya sebaiknya segera melaporkannya kepada pihak yang dapat memberikan bantuan.

Pelaporan dapat disampaikan kepada guru bimbingan dan konseling (BK) atau pihak sekolah yang berwenang agar kejadian tersebut dapat ditangani sesuai dengan prosedur.

Menurut Hastuty, kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dalam mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan. Perundungan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele, terlebih apabila tindakan tersebut berdampak pada kondisi fisik maupun psikologis korban.

Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter dan Perlindungan Siswa

Kepala SMAN 10 Kabupaten Seluma, Misnur Agustina, S.E., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya perundungan dan kekerasan terhadap anak.

Menurut Misnur, sekolah tidak hanya bertanggung jawab memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga perlu membentuk adab, karakter, dan kemampuan siswa dalam menjaga diri ketika menghadapi situasi berisiko.

“Harapan kami, anak-anak menjadi pribadi yang lebih baik, baik dari segi adab, ilmu, maupun karakter. Melalui kegiatan ini, mereka diharapkan memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi persoalan atau tindakan kekerasan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sosialisasi, pemberian pengetahuan, dan pendidikan karakter diperlukan agar remaja mampu mengambil keputusan yang tepat serta menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Psikolog Minta Korban Kekerasan Berani Bercerita

Dosen psikologi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu sekaligus narasumber dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Provinsi Bengkulu, Dr. Nelly Marhayati, M.Si., menekankan pentingnya keberanian korban untuk mengungkapkan pengalaman kekerasan yang dialaminya.

Menurut Nelly, sejumlah kasus kekerasan sulit terungkap karena korban memilih diam dan tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain. Kondisi ini dapat menghambat upaya perlindungan dan pendampingan, sekaligus meningkatkan risiko terjadinya kekerasan berulang.

Karena itu, ia mengajak siswa untuk berbicara kepada orang dewasa yang tepercaya atau pihak berwenang apabila mengalami maupun mengetahui tindakan kekerasan.

Nelly juga mengingatkan bahwa kekerasan seksual dan bentuk kekerasan lainnya dapat terjadi di lingkungan terdekat. Anak perlu memahami cara melindungi diri serta mengetahui tempat untuk mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang mengancam keselamatan mereka.

Ia menjelaskan, jejaring profesional di bidang psikologi bekerja sama dengan lembaga terkait untuk memberikan pendampingan kepada korban yang membutuhkan bantuan.

Kepolisian dan Akademisi Berikan Edukasi Pencegahan Kekerasan

Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari kepolisian, kalangan akademisi, dan lingkungan pendidikan.

Panit PPA Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Bengkulu, Freddy Simaremare, S.H., menyampaikan materi mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak.

Sementara itu, Dr. Nelly Marhayati, M.Si., membawakan materi bertajuk “Sekolah Aman, Remaja Berdaya”, sedangkan Kepala SMAN 10 Kabupaten Seluma, Misnur Agustina, S.E., M.Pd., menyampaikan materi mengenai kenakalan remaja.

Melalui kegiatan yang diikuti 65 peserta tersebut, DP3AP2KB Provinsi Bengkulu berharap kesadaran pelajar mengenai bahaya perundungan dan kekerasan terhadap anak semakin meningkat.

Pencegahan kekerasan membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, dan lembaga terkait. Sinergi berbagai pihak diharapkan dapat memastikan anak memperoleh perlindungan yang memadai serta dapat belajar dan berkembang dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here