Jakarta, Spoiler.id – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengalokasikan dana sebesar Rp1,47 triliun untuk mendukung pelaksanaan program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi seluruh Indonesia.
Menteri Kemdiktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan, para peneliti diharapkan tidak hanya mengandalkan dana hibah pemerintah, tetapi juga aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, sektor industri, mitra internasional, dan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).
“Dengan menjalin kolaborasi lintas sektor, kita bisa menghasilkan riset yang lebih kuat, relevan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Brian dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (30/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa pendanaan ini dimaksudkan sebagai pemicu awal untuk mendorong lahirnya inovasi yang berkesinambungan serta meningkatkan kolaborasi antarpihak. Fokus utama tahun ini adalah peningkatan kualitas serta partisipasi riset dan pengabdian.
Tercatat lebih dari 50.000 proposal penelitian dan hampir 10.000 proposal pengabdian telah dikirim melalui sistem informasi Bima (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat). Dari jumlah tersebut, 16.460 proposal riset dari 1.503 kampus berhasil mendapatkan dana sebesar Rp1,285 triliun. Sementara itu, sebanyak 4.126 proposal pengabdian dari 867 perguruan tinggi memperoleh pendanaan senilai Rp185,478 miliar, dengan jangkauan ke 38 provinsi.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Kemdiktisaintek, Stella Christie, menyebut bahwa tren peningkatan pengajuan menunjukkan semangat kompetitif yang positif di kalangan perguruan tinggi.
Ia juga menekankan bahwa hasil-hasil riset harus sejalan dengan prioritas nasional yang telah ditetapkan Presiden RI Prabowo Subianto, seperti ketahanan energi, pangan, air, serta program hilirisasi.
“Riset adalah fondasi strategis bagi kemajuan bangsa. Tidak mungkin ada lompatan ekonomi tanpa inovasi teknologi,” tegas Stella.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang solutif, Kemdiktisaintek juga menggulirkan berbagai program strategis. Di antaranya adalah Program Kosabangsa, yang menjembatani kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat di daerah tertinggal, rawan bencana, serta wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem.
Ada pula Program Mahasiswa Berdampak yang mendorong peran aktif mahasiswa, khususnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dalam mengatasi persoalan sosial secara langsung di masyarakat.
Kemdiktisaintek juga terus memperkuat kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) guna menjamin keberlanjutan riset-riset unggulan. Kemitraan ini dianggap sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan kesejahteraan publik.
Dengan pendekatan yang kolaboratif, adaptif, dan solutif, Kemdiktisaintek menegaskan bahwa riset dan pengabdian bukan hanya kewajiban akademis, melainkan kunci transformasi Indonesia menuju masa depan yang berdaya saing.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025















































