Unib Kembangkan Empat Layanan Konseling, Perkuat Kesehatan Mental Civitas Academica

0
5

Bengkulu, Spoiler.id – Universitas Bengkulu (Unib) melalui Unit Penunjang Akademik Bimbingan Konseling (UPA-BK) mengembangkan empat layanan bimbingan konseling guna memperkuat kesehatan mental, kesejahteraan psikososial, serta pengembangan kapasitas civitas academica.

Kepala UPA-BK Universitas Bengkulu, Yessilia Osira, di Bengkulu, Kamis, mengatakan UPA-BK hadir tidak hanya sebagai pusat penyelesaian masalah, tetapi juga sebagai sarana pengembangan kapasitas individu agar mampu menghadapi tantangan kehidupan akademik maupun sosial secara adaptif.

“UPA-BK dikembangkan sebagai pusat layanan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian masalah, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pengembangan kapasitas individu agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan akademik maupun sosial secara lebih adaptif,” kata Yessilia.

Ia menjelaskan, terdapat empat layanan utama yang disiapkan UPA-BK, yakni bimbingan konseling individu, bimbingan konseling kelompok, bimbingan konseling keluarga, serta layanan pengembangan kapasitas yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan personal, sosial, dan akademik civitas academica.

Menurut Yessilia, pengembangan layanan tersebut merupakan bagian dari komitmen Universitas Bengkulu dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat, inklusif, dan mampu memberikan dukungan optimal bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan.

Ia menuturkan pembentukan UPA-BK pada 2025 menjadi langkah strategis untuk menghadirkan layanan bimbingan dan konseling yang profesional, sistematis, dan berkelanjutan. Sejak dibentuk, unit tersebut telah menyusun visi dan misi organisasi, mekanisme pelayanan, hingga melaksanakan Rapid Assessment Kerentanan Hidup Insan Akademika Universitas Bengkulu.

Hasil asesmen menunjukkan masih terdapat berbagai kerentanan yang dihadapi civitas academica, mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, ekonomi, hingga spiritual. Selain itu, lingkungan kampus juga berpotensi menghadirkan persoalan seperti perundungan, pelecehan seksual, penyalahgunaan narkoba, serta tekanan akademik yang dapat berdampak terhadap kesehatan mental.

Berdasarkan hasil kajian tersebut, Universitas Bengkulu memandang perlu menghadirkan sistem layanan bimbingan dan konseling yang lebih komprehensif agar seluruh civitas academica memperoleh pendampingan, penguatan kapasitas, dan akses layanan yang lebih optimal.

Sebagai bagian dari penguatan layanan, UPA-BK mulai menyosialisasikan program kerjanya ke seluruh fakultas. Sosialisasi perdana telah dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Dalam kegiatan tersebut, tim UPA-BK memaparkan visi, misi, program kerja, mekanisme layanan, serta hasil asesmen yang menjadi dasar penyusunan program intervensi. Tim juga menyerahkan banner layanan kepada masing-masing fakultas sebagai media informasi sekaligus mengajak civitas academica memanfaatkan layanan konsultasi yang tersedia, baik secara tatap muka maupun daring.

Melalui pengembangan layanan ini, Universitas Bengkulu berharap seluruh sivitas akademika memiliki akses yang lebih mudah, cepat, dan nyaman terhadap layanan konseling sehingga mampu menciptakan lingkungan kampus yang sehat, aman, dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here