
Jakarta, Spoiler.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat pengamanan di wilayah Papua Tengah dan Maluku Utara dengan mengerahkan ratusan personel guna merespons dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kedua daerah tersebut.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan langkah tersebut merupakan respons cepat Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di berbagai wilayah.
“Polri telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan untuk memperkuat pengamanan dan penanganan situasi di Papua Tengah dan Maluku Utara,” kata Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Ia menjelaskan, pengecekan kesiapan pasukan Brimob untuk penugasan di Papua Tengah telah dilakukan di Mako Brimob pada Sabtu (4/4) dan dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedy Prasetyo.
Adapun kekuatan personel yang disiapkan meliputi 100 personel Brimob untuk Papua Tengah, tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) sebanyak delapan personel yang dibagi ke dua wilayah, tim Biro Pengamanan Internal (BIK) sebanyak 10 personel, tim Divisi Propam 26 personel, serta tim Bareskrim sebanyak 20 personel untuk Papua Tengah.
Sementara itu, untuk penguatan di Maluku Utara, sebanyak 12 personel Divisi Propam telah diberangkatkan menggunakan pesawat Beechcraft, sedangkan empat personel Itwasum masih dalam proses keberangkatan.
“Total personel gabungan yang diberangkatkan untuk Papua Tengah sebanyak 148 personel yang menuju Nabire,” ujarnya.
Penguatan pengamanan tersebut dilakukan menyusul terjadinya konflik antarwarga di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, yang dipicu dugaan kasus pembunuhan di Desa Bobane Jaya.
Konflik tersebut berkembang menjadi aksi saling serang antara warga Desa Bobane Jaya dan Desa Sibenpopo yang menyebabkan korban jiwa serta kerusakan rumah, fasilitas umum, dan tempat ibadah.
Trunoyudo mengatakan aparat gabungan TNI-Polri bersama pemerintah daerah telah bergerak cepat untuk meredam konflik hingga situasi berangsur kondusif.
Selain itu, di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, terjadi kasus penganiayaan berat terhadap anggota Polri, Bripda Juventus Edowai, yang dilakukan oleh orang tak dikenal hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Dalam penanganan situasi tersebut, Polri tidak hanya mengedepankan pengerahan personel, tetapi juga pendekatan humanis serta penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku kekerasan.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis serta penegakan hukum terhadap para pelaku,” katanya.
Polri juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif dan tidak terpengaruh isu hoaks,” ujar Trunoyudo.
Saat ini, Polri masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus pembunuhan di Halmahera Tengah serta penyerangan terhadap anggota di Dogiyai guna memastikan situasi keamanan tetap terkendali.














































