Dinsos Kota Bengkulu Ikuti Verifikasi Sekolah Rakyat, Fokus pada Desil 1 dan 2

0
15

Bengkulu, Spoiler.id – Dinas Sosial Kota Bengkulu mengikuti Rapat Pleno Verifikasi Penjangkauan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Afriyenita bersama jajaran sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat berjalan tepat sasaran dan menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Rapat pleno dilaksanakan untuk melakukan koordinasi, sinkronisasi data, serta menyusun strategi penjangkauan calon peserta didik agar kuota penerimaan Sekolah Rakyat di daerah dapat terpenuhi sesuai target yang ditetapkan pemerintah.

Afriyenita mengatakan pemerintah terus mematangkan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu langkah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

“Pemerintah terus mematangkan Program Sekolah Rakyat agar tepat sasaran,” kata Afriyenita.

Ia menjelaskan sasaran utama program tersebut adalah anak-anak yang berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2, yakni kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data pemerintah pusat.

Menurut dia, proses verifikasi dilakukan secara ketat untuk memastikan penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga yang memenuhi kriteria program.

“Yang diverifikasi itu desil 1 dan desil 2. Jadi bukan masyarakat yang sudah mapan. Kita prioritaskan anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk yang putus sekolah,” ujarnya.

Afriyenita menegaskan Program Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah pada umumnya karena tidak membuka pendaftaran secara terbuka bagi masyarakat.

Penentuan calon peserta didik dilakukan melalui proses penjangkauan langsung berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya terhadap keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.

Selain menggunakan data pemerintah, penjangkauan juga dilakukan terhadap anak-anak yang ditemukan di lapangan dan membutuhkan akses pendidikan.

“Jadi Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. Namun menjangkau siswa-siswa melalui data yang ada, yang dimiliki pemerintah di DTSEN dan sebagian lagi dijangkau ketika ketemu di jalanan,” kata Afriyenita.

Pemerintah berharap Program Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sekaligus menekan angka putus sekolah di berbagai daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here