Festival Tabut 2026 Ditutup, Perputaran Ekonomi Bengkulu Diperkirakan Tembus Rp20 Miliar

0
12

Bengkulu, Spoiler.id – Festival Tabut 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Semarak Muharram Bengkulu resmi ditutup di Sport Center Pantai Panjang, Bengkulu, Rabu malam. Ribuan masyarakat memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan puncak perayaan budaya yang telah menjadi ikon Provinsi Bengkulu tersebut.

Festival yang berlangsung sejak 16 hingga 25 Juni 2026 itu merupakan salah satu agenda budaya terbesar di Bengkulu dan masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan Festival Tabut tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

“Tabut adalah kebanggaan Bengkulu. Melalui festival ini kita menjaga warisan budaya leluhur sekaligus menggerakkan sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi masyarakat. Bengkulu harus terus dikenal melalui budaya yang kita miliki,” kata Helmi Hasan.

Penutupan Festival Tabut 2026 turut dihadiri Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksamana Madya TNI Irvansyah dan Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Publik dan Media Strategis Apni Jaya Putra. Kehadiran keduanya mendapat perhatian masyarakat karena merupakan putra daerah Bengkulu yang saat ini mengemban jabatan strategis di tingkat nasional.

Laksamana Madya TNI Irvansyah mengapresiasi masyarakat Bengkulu yang terus menjaga dan melestarikan budaya Tabut sebagai warisan sejarah yang memiliki nilai tinggi.

“Sebagai putra daerah, saya bangga melihat Festival Tabut terus berkembang dan menjadi daya tarik nasional. Budaya adalah kekuatan yang mempersatukan masyarakat dan harus terus dijaga oleh generasi penerus,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi menilai Festival Tabut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Festival budaya seperti Tabut tidak hanya memiliki nilai sejarah dan tradisi, tetapi juga memberikan multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Murlin Hanizar melaporkan pelaksanaan Festival Tabut 2026 memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Berdasarkan data sementara, perputaran ekonomi selama penyelenggaraan festival diperkirakan mencapai lebih dari Rp20 miliar.

Menurut Murlin, nilai tersebut berasal dari aktivitas sektor perdagangan, kuliner, perhotelan, transportasi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta berbagai sektor pendukung lainnya yang mengalami peningkatan selama festival berlangsung.

“Festival Tabut tahun ini berlangsung sukses dengan dukungan seluruh pihak. Selain prosesi budaya, berbagai perlombaan seni dan budaya juga menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu,” ujarnya.

Penutupan Festival Tabut 2026 juga dihadiri Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi beserta keluarga, Rektor Universitas Lampung Lusmeilia Afriani, Wakil Kepala BIN Letjen TNI Agus Widodo, bupati dan wali kota se-Provinsi Bengkulu, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta ribuan warga Bengkulu.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap Festival Tabut terus berkembang sebagai agenda budaya unggulan yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here