Pemkot Bengkulu Dorong Pelestarian Kain Besurek hingga Perluas Pasar ke Mancanegara

0
15

Bengkulu, Spoiler.id – Pemerintah Kota Bengkulu mendorong pelestarian Kain Besurek sebagai salah satu warisan budaya daerah sekaligus mengembangkan potensinya menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang mampu menembus pasar lebih luas.

Komitmen tersebut disampaikan Asisten III Sekretariat Daerah Kota Bengkulu Tony Elfian saat menghadiri kegiatan Internalisasi Kriya dan Wastra Kain Besurek di kediaman almarhum Drs. Alcala Zamora atau Pak Mori, seniman yang dikenal sebagai salah satu maestro Kain Besurek Bengkulu.

Kegiatan tersebut dibuka Anggota DPD RI asal Bengkulu Senator Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., bersama Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VII Iskandar Mulia Siregar, S.Si., M.A.P. Acara turut dihadiri keluarga ahli waris almarhum Pak Mori serta sejumlah pihak terkait.

Tony yang hadir mewakili Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas membatik, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga identitas dan jati diri masyarakat Bengkulu.

“Kegiatan ini bukan sekadar kegiatan membatik atau belajar membuat kain. Lebih dari itu, kita sedang merawat ingatan, identitas, dan jati diri masyarakat Bengkulu. Kain Besurek merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki karakter sangat kuat,” ujar Tony.

Menurut dia, pemilihan kediaman almarhum Pak Mori sebagai lokasi kegiatan memiliki makna tersendiri. Rumah tersebut dinilai memiliki nilai sejarah dan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ingatan kolektif masyarakat terhadap perjalanan Kain Besurek di Bengkulu.

Tony juga mengenang sosok Pak Mori sebagai pribadi yang hangat dan terbuka dalam berdiskusi, termasuk dalam berbagi pengetahuan mengenai seni dan budaya Bengkulu.

Dalam kesempatan itu, Tony menyampaikan Pemkot Bengkulu di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny Andrews terus berupaya mempopulerkan Kain Besurek dalam berbagai agenda resmi pemerintahan.

Selain penggunaan kain Besurek, Pemkot Bengkulu juga mendorong pengembangan motif baru yang tetap mempertahankan karakter dan identitas lokal.

Salah satunya melalui motif Besurek Gempala dengan ornamen pohon kelapa yang digunakan dalam kegiatan kepala daerah menanam pohon kelapa.

“Pemkot Bengkulu juga mencoba untuk selalu meningkatkan penggunaan Besurek di berbagai kegiatan resmi dengan motif-motif yang berbeda. Kemarin Pemerintah Kota Bengkulu juga melaksanakan kegiatan kepala daerah menanam pohon kelapa. Itu juga memesan atau membuat motif Batik Besurek Gempala yang di bagian bawahnya lebih dominan pohon kelapa,” jelas Tony.

Menurut dia, penggunaan motif pohon kelapa memiliki keterkaitan erat dengan karakter geografis Bengkulu sebagai daerah pesisir.

Selain menjaga nilai budaya, Pemkot Bengkulu mendorong para perajin Kain Besurek agar mampu mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar modern.

Para pelaku usaha diharapkan tidak hanya mempertahankan aspek estetika tradisional, tetapi juga meningkatkan kualitas produk, melakukan inovasi desain, memanfaatkan teknologi digital, membangun merek, serta memperluas pemasaran hingga ke pasar internasional.

Pemkot Bengkulu juga menyambut baik rencana pemanfaatan rumah peninggalan Pak Mori untuk kepentingan publik. Hal itu menyusul pernyataan salah satu ahli waris, Ir. Nizar, yang menyebut kediaman tersebut kini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat.

Tony berharap rumah tersebut dapat menjadi salah satu ruang untuk kegiatan kebudayaan, edukasi dan pelestarian Kain Besurek di Bengkulu.

Pemkot juga mendorong keluarga ahli waris yang berdomisili di Yogyakarta untuk ikut memperkenalkan Kain Besurek di luar daerah, termasuk melalui pembukaan outlet khusus sehingga pemasaran produk perajin Bengkulu dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

Di sisi lain, Tony menekankan pentingnya regenerasi perajin dan seniman Kain Besurek. Menurut dia, diperlukan generasi baru yang mampu meneruskan pengetahuan dan keterampilan yang selama ini diwariskan para pelaku seni dan budaya Bengkulu.

“Tugas kita sekarang adalah memastikan pengetahuan, keterampilan, dan kecintaan terhadap kain Besurek dapat diwariskan kepada anak-anak dan generasi muda Bengkulu. Jangan sampai generasi kita mengenal Besurek hanya dari museum atau buku sejarah. Semoga ada pengganti Pak Mori-Pak Mori kecil lainnya,” pungkasnya.

Pemkot Bengkulu berharap pengembangan Kain Besurek dapat berjalan beriringan antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif sehingga warisan budaya tersebut tetap hidup, berkembang, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here