Mayat di Enggano Teridentifikasi sebagai Surakman, ABK Kapal Pembawa 5 Jurnalis

0
8

Jakarta, Spoiler.id — Jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan di pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, teridentifikasi sebagai Surakman, salah satu anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1 yang hilang bersama lima jurnalis di perairan Selat Sunda.

Identitas Surakman dipastikan setelah tim melakukan pemeriksaan dan pencocokan data ante mortem dengan data post mortem jenazah. Hasil identifikasi tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Markas Polda Banten, Serang, Banten, Rabu (23/9/2026).

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan jenazah Surakman ditemukan warga di wilayah Pulau Enggano pada Sabtu (12/9/2026), atau pada hari kelima operasi pencarian rombongan Arupadhatu 1.

“Jenazah ditemukan di Pulau Enggano pada Sabtu 12 September lalu. Hari itu bertepatan dengan hari kelima saat pencarian seluruh korban dilakukan,” kata Maruli, Rabu (23/9/2026).

Saat pertama ditemukan, jenazah tidak dikenali oleh masyarakat setempat. Jenazah kemudian sempat dimakamkan di wilayah Pulau Enggano sebelum petugas melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Proses identifikasi dilakukan melalui sejumlah metode, termasuk pemeriksaan karakteristik gigi serta pencocokan DNA. Setelah hasil pemeriksaan diperoleh, jenazah dipastikan merupakan Surakman, warga Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Jenazah Surakman masih berada di Bengkulu dan direncanakan dibawa ke Banten oleh personel Polairud untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Jalan Panjang Pencarian

Surakman merupakan satu dari delapan orang yang hilang setelah kapal cepat Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan tiga kru kapal kehilangan kontak di perairan Selat Sunda pada Senin (7/9/2026).

Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Sementara tiga kru kapal terdiri atas Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.

Operasi pencarian dilakukan tim SAR gabungan dengan menyisir sejumlah wilayah perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, hingga wilayah pesisir Banten, Lampung dan Bengkulu.

Dalam proses pencarian, sejumlah benda sempat ditemukan tim SAR, di antaranya pelampung, buoy, helm, jeriken dan sejumlah material lainnya. Namun, temuan tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan kapal Arupadhatu 1.

Setelah operasi pencarian berlangsung selama 10 hari tanpa menemukan tujuh korban lainnya maupun kapal Arupadhatu 1, Basarnas menghentikan operasi pencarian pada 17 September 2026.

Meski demikian, Basarnas menyatakan operasi SAR dapat kembali dibuka apabila terdapat informasi atau temuan baru yang berkaitan dengan kapal maupun penumpangnya.

Penemuan dan identifikasi Surakman di Pulau Enggano menjadi perkembangan terbaru dalam upaya mengungkap keberadaan tujuh orang lainnya yang masih belum ditemukan.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here