Bengkulu, Spoiler.id – Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (DPW HMD-GEMAS) Regional Bengkulu menyepakati langkah tegas untuk memperjuangkan kepentingan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan melayangkan somasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah tersebut merupakan hasil pertemuan yang dihadiri sekitar 65 mitra SPPG dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu. Pertemuan yang berlangsung di Aula Sikollah Resto, Jumat (6/11/2026), itu menjadi tindak lanjut pembahasan sebelumnya pada 3 November 2026 terkait kebijakan BGN yang dinilai perlu dievaluasi.
Sekretaris DPW HMD-GEMAS Regional Bengkulu, Ir. Achmad Supriono, S.T., didampingi Ketua DPW HMD-GEMAS Wehelmi Ade Tarigan, S.H., M.M., serta jajaran pengurus dan perwakilan mitra, mengatakan pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting.
Achmad menjelaskan, salah satu langkah yang akan ditempuh adalah mengirimkan somasi kepada BGN agar mengevaluasi kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya memperhatikan kepentingan mitra dapur, penerima manfaat, dan relawan.
“Pada pertemuan sore ini, kami menyepakati untuk menindaklanjuti hasil pertemuan tanggal 3 November lalu. Salah satunya adalah melakukan somasi agar kebijakan BGN lebih berpihak kepada mitra, penerima manfaat, dan relawan,” ujar Achmad.
Ia menegaskan, apabila somasi tersebut tidak mendapat tanggapan atau penyelesaian sesuai harapan, pihaknya membuka kemungkinan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.
Menurut Achmad, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan perjanjian kerja sama (PKS) antara sebagian mitra dan BGN. Pihaknya menilai terdapat perubahan ketentuan dalam perjanjian yang terkesan dilakukan secara sepihak.
Padahal, perubahan terhadap perjanjian kerja sama semestinya dilakukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
“Kami melihat ada hal-hal dalam PKS yang sudah ditandatangani mitra dengan BGN, tetapi dalam pelaksanaannya terdapat perubahan yang terkesan sepihak. Padahal, perubahan perjanjian harus berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak,” tegasnya.
Selain membahas langkah hukum, pertemuan tersebut juga mengevaluasi rencana kegiatan Gembok Dapur Nasional yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 10 November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Namun, kegiatan tersebut diputuskan untuk ditunda dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi nasional yang dinilai belum memungkinkan untuk menyelenggarakan kegiatan berskala besar.
Achmad mengatakan, penundaan itu juga dilakukan untuk memastikan kegiatan organisasi tidak dimanfaatkan kelompok tertentu bagi kepentingan di luar tujuan awal.
“Kami tidak ingin kegiatan ini ditunggangi kelompok-kelompok tertentu. Kami menyadari kondisi saat ini cukup sensitif bagi pemerintah. Karena itu, kami ingin memastikan setiap kegiatan tetap berada pada tujuan awal,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan mitra BGN, mitra dapur, dan KMP sejak awal dimaksudkan untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menyukseskan program pemenuhan gizi masyarakat.
Karena itu, HMD-GEMAS berharap berbagai persoalan yang muncul tidak sampai menghambat pelaksanaan program tersebut. Upaya memperjuangkan perbaikan kebijakan, menurut dia, tetap harus dilakukan secara terukur melalui komunikasi dan penyelesaian bersama.
“Kami ingin apa yang sudah dicanangkan sejak awal tetap berjalan. Jangan sampai tujuan baik ini justru melemah akibat persoalan yang sebenarnya masih bisa dibicarakan dan diselesaikan bersama,” tutup Achmad.
Melalui kesepakatan tersebut, DPW HMD-GEMAS Regional Bengkulu berharap BGN membuka ruang komunikasi dan evaluasi bersama para mitra. Dengan demikian, pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional dapat berjalan lebih baik serta memberikan manfaat bagi penerima manfaat, relawan, dan seluruh mitra dapur.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

















































