Rejang Lebong, Spoiler.id – Menghadapi datangnya musim kemarau, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, meningkatkan pengawasan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pemukiman warga.
Kepala Damkar Rejang Lebong, Ferry Najamudin, mengingatkan bahwa ancaman kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama akibat daun kering dan teriknya matahari yang membuat lahan dan hutan mudah terbakar.
“Saat ini wilayah Kabupaten Rejang Lebong sudah memasuki musim kemarau. Potensi kebakaran di pemukiman, hutan, dan lahan sangat tinggi,” ujar Ferry, Senin (23/6/2025).
Ia menambahkan, musim kemarau yang disertai angin kencang dapat mempercepat penyebaran api apabila kebakaran terjadi. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau warga untuk tidak membakar sampah atau daun kering sembarangan, terutama di area terbuka.
Hingga kini, Damkar belum menerima laporan kebakaran hutan dan lahan. Namun, langkah antisipasi terus diperkuat melalui patroli rutin dan penempatan pos siaga di wilayah-wilayah rawan.
“Kami sudah siagakan lima pos pemadam kebakaran, satu di markas Damkar Rejang Lebong dan empat lainnya tersebar di beberapa kecamatan,” jelas Ferry.
Damkar Rejang Lebong saat ini mengoperasikan 12 armada yang terdiri atas 9 mobil pemadam kebakaran (MPK), 3 mobil tangki air, dan 4 unit sepeda motor pemadam ringan. Armada ini didukung oleh 140 personel yang tersebar di markas Kota Curup dan empat pos Damkar di Kecamatan Sindang Kelingi, Padang Ulak Tanding, Kota Padang, dan Bermani Ulu Raya.
Adapun daerah rawan karhutla terletak di wilayah Lembak seperti Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kota Padang, Sindang Beliti Ulu, dan Sindang Beliti Ilir, yang memiliki suhu lebih panas dibanding kecamatan lain di Rejang Lebong.
Selain itu, wilayah Kecamatan Bermani Ulu dan Bermani Ulu Raya juga menjadi perhatian khusus karena berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), yang kerap terdampak kebakaran hutan saat musim kering tiba.
Pemkab Rejang Lebong melalui Damkar terus berupaya meminimalisasi risiko karhutla dengan pendekatan pencegahan, patroli lapangan, dan edukasi warga agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Pewarta: Viona
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025
















































