Kadisdik Bengkulu Selatan Ajak Orang Tua dan Guru Bangun Pendidikan Berkarakter

0
60
Plt Dikbud Bengkulu Selatan Lusi Wijaya. (Foto: Istimewa)

Bengkulu Selatan, Spoiler.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Bengkulu Selatan dinilai sedang berada dalam kondisi yang tidak baik. Hal itu diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bengkulu Selatan, Lusi Wijaya, saat ditemui pada Kamis (16/10).

Menurut Lusi, kondisi ini dapat dilihat dari berbagai fenomena yang muncul, baik dari perilaku siswa maupun guru di sekolah. Ia menilai, secara karakter dan etika, dunia pendidikan tengah menghadapi tantangan serius yang memerlukan perhatian bersama.

“Kenapa saya katakan dunia pendidikan sedang tidak baik-baik saja? Karena terlalu banyak aturan yang terus diperbaiki, namun realita di lapangan justru menunjukkan masih adanya pelanggaran etika serta perilaku siswa yang sulit dijelaskan,” ujar Lusi.

Ia menjelaskan, tujuan pendidikan sejatinya terbagi menjadi dua aspek penting, yakni membangun karakter kinerja seperti disiplin dan tanggung jawab, serta membentuk karakter perilaku yang baik antara guru dan siswa. Namun, karakter perilaku dinilai menjadi aspek yang paling sulit dicapai karena banyak faktor yang memengaruhi.

“Faktor itu bukan hanya berasal dari lingkungan sekolah, tetapi juga dari keluarga, pola asuh orang tua, hingga pergaulan teman sebaya,” jelasnya.

Lusi menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam membangun generasi yang beretika dan berkepribadian baik. Namun, ia menegaskan bahwa upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa dukungan dan kolaborasi dari masyarakat serta orang tua.

“Kita tahu ada Undang-Undang Perlindungan Anak. Saat ini di Bengkulu Selatan saja sudah ada sekitar sepuluh guru yang dilaporkan ke polisi karena dugaan kekerasan terhadap siswa. Padahal banyak kasus yang sebenarnya bisa diselesaikan secara bijak tanpa harus dibawa ke ranah hukum,” tutur Lusi.

Ia mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan orang tua, untuk bersama-sama memperbaiki karakter anak-anak dengan cara yang lebih humanis dan edukatif.

“Jangan sampai guru yang hanya menegur atau menasihati siswa langsung dilaporkan ke polisi. Mari lihat dulu konteks dan kejadian sebenarnya di sekolah. Ini persoalan bersama, bukan hanya tanggung jawab guru, tapi juga orang tua dan lingkungan,” tutup Lusi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here