BKPSDM Coret Guru Honorer Tersangka Asusila dari Daftar Pelantikan PPPK

0
89
Guru Honorer Tersangka Asusila. (Spoiler.id)

Bengkulu Tengah, Spoiler.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Bengkulu Tengah kembali tercoreng. Seorang guru honorer berinisial AM (30) yang sebelumnya dinyatakan lulus dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I, dipastikan tidak akan dilantik setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus asusila terhadap anak di bawah umur.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Bengkulu Tengah, Apileslipi, S.Kom, M.Si, CHRM, Senin (9/6).

Ia menegaskan bahwa setiap peserta PPPK yang tersangkut masalah hukum, apalagi sudah berstatus tersangka, secara otomatis akan digugurkan dari proses pelantikan.

“Peserta yang ditetapkan sebagai tersangka kasus hukum tidak bisa dilantik. Dalam kasus ini, yang bersangkutan juga sudah ditahan, sehingga tidak mungkin mengikuti pelantikan,” kata Apileslipi.

Kasus yang menyeret nama AM mencuat usai Satreskrim Polres Bengkulu Tengah menerima laporan dari orang tua korban, seorang siswi SMP, pada 15 Mei 2025. Berdasarkan penyelidikan, pelaku diduga telah melakukan perbuatan tak senonoh sebanyak dua kali, masing-masing di sebuah rumah kosong dan di kediamannya di Desa Keroya.

Kapolres Bengkulu Tengah, AKBP Totok Handoyo, M.Si, menjelaskan bahwa keberanian korban mengungkapkan peristiwa tersebut kepada tantenya menjadi kunci terbongkarnya kasus ini. Dari pengakuan korban, pelaku sempat menjanjikan pernikahan, namun janji itu tidak pernah ditepati.

“Pelaku kami amankan di GOR Bengkulu saat hendak bermain futsal. Saat ini sudah resmi ditahan dan menyandang status tersangka,” ujar Totok.

Sementara itu, BKPSDM memastikan bahwa pelantikan PPPK tahap I tetap berjalan sesuai rencana pada Juni 2025, dengan catatan menunggu transfer anggaran dari pemerintah pusat.

“Secara teknis semua persiapan pelantikan sudah rampung. Kita hanya tinggal menunggu ketersediaan anggaran gaji dari pusat,” terang Apileslipi.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan dan seleksi ASN, menegaskan pentingnya tidak hanya menilai dari sisi administratif, tetapi juga menyaring aspek moral dan integritas calon pendidik.

Pewarta: Yulisman
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here