Jakarta, Spoiler.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati meninjau langsung aktivitas pertambangan nikel oleh PT Gag Nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Kunjungan ini merupakan respons atas berbagai pemberitaan dan unggahan di media sosial yang menyoroti dugaan kerusakan lingkungan akibat operasi tambang.
Menteri Bahlil menjelaskan bahwa peninjauan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran utuh dari lapangan dan mendengar langsung aspirasi masyarakat.
“Saya bersama Gubernur dan Bupati Raja Ampat menyempatkan diri naik heli ke Pulau Gag untuk mengecek langsung kondisi di lapangan, setelah viralnya beberapa pemberitaan. Kami menghargai semua informasi yang beredar, tapi kita juga wajib memverifikasi agar tidak ada simpang siur,” ujar Bahlil, Sabtu (7/6).
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menegaskan bahwa video-video viral yang menggambarkan kerusakan lingkungan belum tentu berasal dari lokasi tambang PT Gag Nikel.
“Kita pastikan bahwa video itu bukan dari Gag, bukan dari Piaynemo. Bisa jadi dari tempat lain. Tapi yang jelas, kita sudah lihat langsung dan masyarakat di sana mendukung keberadaan tambang,” katanya.
Elisa mengungkapkan bahwa masyarakat di sekitar tambang justru meminta agar aktivitas pertambangan tetap dilanjutkan karena mereka telah merasakan manfaat ekonomi secara nyata.
“Saat kami tiba, masyarakat—tua, muda, perempuan, dan anak-anak—datang sambil menangis dan meminta agar tambang tidak ditutup. Ini adalah permintaan dari rakyat, dan sebagai pemerintah, kita hadir untuk menyejahterakan mereka,” tambahnya.
Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati turut menyampaikan hal serupa. Ia menegaskan bahwa informasi di media sosial tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Kami melihat langsung, dan jelas masyarakat tidak ingin tambang ditutup. Justru tambang menjadi tumpuan hidup mereka. Kami berharap Pak Menteri membuka kembali aktivitas tambang ini,” ujar Faris.
Namun demikian, Bupati Raja Ampat meminta agar pengawasan terhadap kegiatan tambang diperketat, terutama menyangkut Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
“Kawasan wisata Raja Ampat harus dijaga. Kita semua punya tanggung jawab mempromosikan daerah ini secara positif agar tidak menurunkan minat wisatawan,” lanjutnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM telah memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan PT Gag Nikel guna merespons keluhan masyarakat mengenai dampak lingkungan terhadap destinasi wisata unggulan Raja Ampat.
Sebagai informasi, PT Gag Nikel merupakan pemegang Kontrak Karya Generasi VII berdasarkan Surat Presiden Nomor B53/Pres/I/1998 tertanggal 19 Januari 1998. Sejak 2008, seluruh saham perusahaan telah diakuisisi oleh PT ANTAM Tbk., yang kini menjadi pengendali penuh PT Gag Nikel.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025















































