Mahasiswa Hukum Unib Imbau Generasi Muda Tidak Mudah Terpengaruh Tren Bendera One Piece

0
45
Dea Dwi Agustin selaku Mahasiswa Magister Hukum Unib. (Foto: Istimewa)

Bengkulu, Spoiler.id – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, jagat media sosial diramaikan dengan seruan untuk mengibarkan bendera bajak laut dari serial animasi Jepang *One Piece* sebagai bentuk protes terhadap kondisi bangsa. Fenomena tersebut menuai berbagai reaksi dari masyarakat, termasuk dari kalangan akademisi.

Mahasiswa Magister Hukum Universitas Bengkulu, Dea Dwi Agustin, menilai ajakan tersebut merupakan bentuk ekspresi yang keliru karena dapat menimbulkan kesalahpahaman dan mencederai makna kemerdekaan.

“Kebebasan berekspresi memang dijamin oleh konstitusi, tetapi harus dilakukan dengan cara yang tidak melanggar norma hukum dan nilai kebangsaan. Mengibarkan bendera selain Merah Putih pada hari kemerdekaan bisa dipandang sebagai tindakan yang menodai simbol negara,” ujar Dea Dwi Agustin di Bengkulu.

Dea menambahkan, bendera Merah Putih bukan hanya simbol negara, tetapi juga lambang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan dari penjajah.

“Bendera itu punya nilai historis dan emosional yang tidak tergantikan. Menggantinya dengan simbol lain, apalagi yang berasal dari budaya populer luar negeri, bisa menurunkan rasa nasionalisme generasi muda,” tuturnya.

Menurutnya, ekspresi ketidakpuasan terhadap pemerintah sah-sah saja, tetapi sebaiknya dilakukan melalui jalur yang tepat, seperti menyampaikan aspirasi secara tertulis, berdiskusi akademis, atau melalui kegiatan sosial yang membangun.

“Kalau niatnya untuk mengkritik, seharusnya dilakukan dengan cara yang konstruktif, bukan simbolik yang bisa memicu perpecahan,” katanya.

Dea juga mengajak kalangan mahasiswa untuk memanfaatkan momentum HUT RI ke-80 sebagai ajang refleksi terhadap perjalanan bangsa dan memperkuat semangat persatuan.

“Sebagai generasi terdidik, mahasiswa punya tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan. Kita bisa tetap kritis tanpa kehilangan rasa cinta tanah air,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here