Pemerintah Indonesia Akuisisi Hotel di Kawasan Tahrir untuk Kampung Haji

0
73
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyampaikan progres pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/12/2025). (Foto: Istimewa)

Jakarta, Spoiler.id – Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani melaporkan perkembangan signifikan terkait proyek Kampung Haji Indonesia di Mekah kepada Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu. Dalam laporannya, pemerintah dipastikan telah mengakuisisi sebuah hotel di kawasan Tahrir yang memiliki kapasitas 1.461 kamar.

Rosan menjelaskan bahwa hotel yang terdiri dari tiga menara tersebut akan menjadi bagian utama dari penyediaan fasilitas hunian bagi jamaah asal tanah air. Proyek strategis ini dirancang untuk memberikan kenyamanan sekaligus efisiensi akomodasi bagi jamaah haji maupun umrah.

“Kita sudah membeli satu hotel di daerah Tahrir. Itu hotel dengan kapasitas kamar 1.461 kamar di tiga tower,” kata Rosan.

Unit akomodasi tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 4.383 jamaah haji. Tidak berhenti di situ, pemerintah juga telah mengamankan lahan seluas kurang lebih 5 hektare yang berlokasi tepat di area depan hotel tersebut guna pengembangan infrastruktur lanjutan.

Menurut rencana, di atas lahan baru tersebut akan dibangun 13 menara tambahan serta sebuah pusat perbelanjaan yang dikhususkan untuk melayani kebutuhan jamaah haji dan umrah Indonesia. Rosan memproyeksikan, jika seluruh menara rampung dibangun, total kapasitas akan meningkat pesat menjadi 6.025 kamar dengan daya tampung melebihi 23.000 orang.

Terkait aksesibilitas, Rosan menekankan bahwa lokasi Kampung Haji Indonesia ini sangat strategis karena berada dalam radius yang relatif dekat dengan pusat ibadah.

“Jaraknya hanya sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram,” ujar Rosan.

Mobilitas jamaah dipastikan akan semakin mudah menyusul pembangunan terowongan atau jembatan Al-Hujun yang ditargetkan selesai pada 2026. Keberadaan infrastruktur penghubung ini diklaim mampu memangkas jarak tempuh yang selama ini mencapai 4,5 hingga 6 kilometer menjadi hanya 2,5 kilometer menuju Masjidil Haram.

Rosan optimistis proyek yang dijadwalkan mulai berjalan pada Januari 2025 ini akan menjadi solusi konkret dalam pemenuhan kebutuhan akomodasi bagi sekitar 200.000 jamaah haji Indonesia yang berangkat setiap tahunnya. Kehadiran fasilitas milik sendiri di Arab Saudi diharapkan mampu menjaga kualitas pelayanan ibadah haji secara berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here