Prabowo Kirim Surat Duka atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

0
46

Jakarta, Spoiler.id – Presiden RI Prabowo Subianto mengirimkan surat duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan militer dalam eskalasi konflik di Timur Tengah awal Maret 2026.

Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Rabu (4/3/2026). Ia menjelaskan Presiden Prabowo menyampaikan belasungkawa mendalam melalui surat resmi yang dikirimkan kepada Pemerintah Iran.

“Presiden Prabowo Subianto menulis surat duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan militer pada awal Maret 2026,” ujar Teddy.

Surat tersebut ditujukan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan disampaikan melalui Menteri Luar Negeri Sugiono. Menlu Sugiono menyerahkan langsung surat tersebut kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta.

Eskalasi konflik Timur Tengah

Konflik di kawasan Timur Tengah memanas setelah Iran menjadi sasaran serangan militer Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Serangan tersebut terjadi di tengah kebuntuan perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Jenewa, Swiss.

Israel menjadi pihak pertama yang mengonfirmasi serangan ke wilayah Iran. Tak lama berselang, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa negaranya turut bergabung dalam operasi militer tersebut.

Serangan udara dilaporkan menghantam sejumlah titik strategis di Teheran, termasuk kawasan permukiman Narmak. Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan wafat pada Minggu (1/3/2026) akibat serangan tersebut. Laporan intelijen juga menyebut sekitar 40 pejabat tinggi Iran turut menjadi korban dalam rangkaian serangan udara itu.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan dengan menargetkan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Beberapa pangkalan yang dilaporkan menjadi sasaran antara lain Al Udeid di Qatar, Al-Salem di Kuwait, Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, serta Markas Armada Kelima AS di Bahrain.

Iran juga mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi ekspor minyak dunia yang menghubungkan negara-negara produsen utama di kawasan Teluk dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Kebijakan tersebut berpotensi memicu gangguan signifikan terhadap pasokan energi global.

Pemerintah Indonesia melalui jalur diplomasi terus memantau perkembangan situasi dan menyerukan pentingnya penahanan diri serta penyelesaian konflik melalui dialog demi menjaga stabilitas kawasan dan global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here