Kepahiang, Spoiler.id – Kasus dugaan keracunan yang menimpa siswa dan tenaga pendidik di SD Negeri 18 Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Sebanyak 16 orang yang terdiri atas 14 siswa, satu guru, dan satu penjaga sekolah harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami gejala gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis.
Para korban dilarikan ke UPT Puskesmas Kelobak setelah mengeluhkan mual, muntah, sakit perut, dan pusing beberapa saat setelah menyantap makanan yang disediakan sekolah.
Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda mengatakan pihaknya telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab insiden tersebut untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.
“Perlu kami sampaikan bahwa terdapat siswa, guru, dan penjaga sekolah sekitar 16 orang yang diduga mengalami kontaminasi makanan dari program MBG,” kata Yuriko.
Menurut dia, penyelidikan masih berlangsung guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
“Sudah kami ambil sampel makanan dan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa hasilnya,” ujarnya.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan, polisi juga mendatangi sekolah guna menelusuri kemungkinan sumber kontaminasi, baik dari proses pengolahan maupun penyajian makanan.
“Kami juga mendatangi pihak sekolah untuk melihat apakah kontaminasi terjadi di dapur atau di lingkungan sekolah,” kata Yuriko.
Sementara itu, salah seorang wali murid bernama Risti mengungkapkan menu makanan yang dikonsumsi anaknya sebelum mengalami gejala keracunan.
Menurut keterangan anaknya, menu MBG yang disajikan terdiri atas nasi, perkedel, telur, sayur kol, jagung, dan buah salak.
“Keterangan anak saya, menu makanan yang dimakan ada nasi, perkedel, telur, sayur kol, jagung, dan buah salak,” ujar Risti.
Ia mengaku anaknya sempat merasakan ada kejanggalan pada salah satu menu makanan yang dikonsumsi.
“Katanya perkedelnya terasa asam,” katanya.
Hingga saat ini, seluruh korban masih dalam pemantauan tenaga kesehatan. Sementara itu, pihak kepolisian menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab dugaan keracunan yang terjadi di SD Negeri 18 Kepahiang tersebut.
Pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat mengungkap apakah terdapat unsur kontaminasi pada makanan yang dikonsumsi para korban atau faktor lain yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut.

















































