Dikbud Bengkulu Selatan Perkuat Pembinaan Siswa untuk Cegah Kenakalan Remaja

0
8

Bengkulu Selatan, Spoiler.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bengkulu Selatan mengajak seluruh sekolah dan tenaga pendidik memperkuat pembinaan karakter peserta didik sebagai langkah preventif mencegah kenakalan remaja yang berpotensi mengganggu proses pendidikan maupun kehidupan sosial.

Sekretaris Dikbud Bengkulu Selatan, Syopian Ansori, mengatakan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, baik melalui proses pembelajaran maupun keteladanan dari para guru.

“Melalui penjelasan, contoh, dan keteladanan dari guru, kami berharap anak-anak memiliki sikap dan perilaku yang terarah,” kata Syopian di Bengkulu Selatan, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan, pembentukan karakter tidak cukup hanya dilakukan melalui penyampaian materi di kelas, tetapi juga harus diwujudkan dalam lingkungan sekolah yang mampu menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan saling menghormati.

Syopian menilai perkembangan media sosial turut memberikan pengaruh terhadap perilaku remaja. Meski demikian, ia menegaskan media sosial bukan satu-satunya faktor penyebab munculnya kenakalan remaja.

Menurut dia, berbagai konten yang menampilkan kekerasan, perundungan (bullying), maupun perilaku negatif lainnya berpotensi ditiru apabila anak tidak mendapatkan pendampingan dan pengawasan yang memadai.

“Ini harus kita sama-sama mengontrol, menjaga, dan mengingatkan anak-anak agar tidak meniru hal-hal seperti itu,” ujarnya.

Selain peran sekolah, Syopian menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak di luar jam belajar, terutama pada malam hingga dini hari yang dinilai rawan terjadi berbagai bentuk kenakalan remaja.

Ia mengimbau orang tua membatasi aktivitas anak di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan yang jelas serta terus menjalin komunikasi dengan pihak sekolah.

“Harapan kami kepada orang tua, pihak sekolah, guru, dan seluruh elemen masyarakat, mari bersama-sama menjaga dan mengingatkan anak-anak agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali,” katanya.

Dikbud Bengkulu Selatan, lanjut Syopian, secara rutin memberikan edukasi ke sekolah-sekolah mengenai bahaya kenakalan remaja dan dampaknya terhadap masa depan peserta didik. Namun, upaya tersebut memerlukan dukungan seluruh pihak agar pembinaan berjalan secara berkelanjutan.

“Kalau pembinaan dilakukan secara bersama-sama antara sekolah dan keluarga, kami optimistis perilaku negatif remaja dapat diminimalkan sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan berprestasi,” ujarnya.

Dikbud Bengkulu Selatan berharap sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat terus diperkuat guna menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here