Bentrok Warga di Adonara, Dua Orang Tewas dan Sejumlah Rumah Terbakar

0
8

Adonara, Spoiler.id – Bentrokan antarmasyarakat kembali terjadi antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (18/7). Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, masing-masing berasal dari kedua desa yang terlibat konflik.

Selain korban jiwa, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis. Konflik juga menyebabkan kerusakan sejumlah rumah warga yang dilaporkan terbakar saat bentrokan berlangsung.

Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura, membenarkan pihaknya menerima empat korban dari Dusun Bele, Desa Waiburak.

“Ada empat pasien yang kami tangani, terdiri atas satu laki-laki dan tiga perempuan. Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Ile Boleng,” kata Stefanus saat dikonfirmasi.

Informasi yang dihimpun juga menyebutkan seorang warga Desa Narasaosina meninggal dunia dalam bentrokan tersebut sehingga total korban tewas menjadi dua orang.

Selain korban jiwa, bentrokan turut mengakibatkan kerusakan harta benda. Beberapa rumah warga dilaporkan hangus terbakar akibat aksi massa ketika situasi memanas.

Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian maupun Pemerintah Kabupaten Flores Timur belum menyampaikan keterangan resmi mengenai penyebab bentrokan maupun langkah pengamanan yang telah dilakukan untuk mengendalikan situasi.

Masyarakat berharap aparat keamanan segera memulihkan kondisi, mengusut penyebab bentrokan, serta menindak pihak-pihak yang bertanggung jawab agar konflik tidak kembali menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.

Ironisnya, bentrokan susulan tersebut terjadi setelah warga sebelumnya menyerahkan senjata api rakitan kepada aparat kepolisian sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Penyerahan senjata dilakukan secara sukarela oleh Kepala Desa Waiburak, M. Saleh, bersama tokoh adat dan tokoh masyarakat kepada Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra.

Kapolres sebelumnya mengapresiasi langkah masyarakat tersebut sebagai bentuk meningkatnya kesadaran hukum sekaligus upaya menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

“Saya sangat mengapresiasi langkah luar biasa yang dilakukan tokoh adat, pemuka masyarakat, dan seluruh warga Dusun Bele. Ini adalah bukti nyata kepedulian mereka demi menjaga kedamaian bersama,” ujar Adhitya.

Ia juga mengimbau masyarakat di wilayah lain yang masih menyimpan senjata api rakitan agar menyerahkannya secara sukarela kepada kepolisian.

“Kami mengajak seluruh masyarakat yang masih memiliki atau menyimpan senjata api rakitan agar segera menyerahkan secara sukarela kepada Polri. Perlu diingat bahwa ancaman hukuman bagi kepemilikan senjata api ilegal sangat berat sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Menurut dia, penyerahan senjata secara sukarela menjadi langkah terbaik untuk menghindari pelanggaran hukum sekaligus mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here