Jakarta, Spoiler.id– Sebanyak 21.995 siswa dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 sekaligus menjadi penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dengan mayoritas berasal dari peserta Program Indonesia Pintar (PIP) di jenjang SMA.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Sandro Mihradi, mengatakan jumlah tersebut merupakan bagian dari total 33.045 peserta yang memenuhi syarat sebagai penerima KIP Kuliah dari jalur SNBP.
“Total ada 64.471 pendaftar KIP Kuliah yang lolos SNBP. Dari jumlah tersebut, 33.045 peserta memenuhi syarat menerima KIP Kuliah, termasuk 21.995 peserta yang sebelumnya merupakan penerima PIP saat SMA,” kata Sandro dalam keterangan yang dikutip, Sabtu.
Ia menjelaskan bahwa secara keseluruhan, penerima KIP Kuliah yang sebelumnya merupakan peserta PIP mencapai sekitar 67 persen dari total penerima KIP Kuliah yang lolos SNBP 2026. Sementara itu, sebanyak 11.050 peserta lainnya bukan berasal dari penerima PIP.
Sandro menegaskan bahwa siswa penerima PIP menjadi prioritas dalam seleksi KIP Kuliah, baik melalui jalur SNBP, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), maupun jalur mandiri.
“Kami memprioritaskan siswa dari desil 1 sebagai kelompok sangat miskin, kemudian desil 2 sebagai prioritas tinggi, desil 3 prioritas menengah, dan desil 4 sebagai prioritas terbatas,” ujarnya.
Dari total 21.995 penerima PIP yang lolos SNBP, mayoritas berasal dari kelompok desil 2 sebanyak 5.998 peserta, disusul desil 3 sebanyak 5.835 peserta.
Sementara itu, Ketua Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Eduart Wolok, mengungkapkan jumlah pendaftar KIP Kuliah pada SNBP 2026 mencapai 287.831 peserta atau meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menyebutkan total peserta SNBP 2026 mencapai 806.000 orang yang mendaftar ke 146 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia.
“Sebagian besar penerima KIP Kuliah memilih perguruan tinggi di luar Pulau Jawa, terutama di Sumatera untuk perguruan tinggi akademik, serta tersebar di Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan untuk perguruan tinggi vokasi,” kata Eduart.
Ia menambahkan, berbeda dengan peserta reguler non-KIP Kuliah yang mayoritas masih memilih perguruan tinggi di Pulau Jawa sebagai tujuan utama.















































