PDIP Gelar Bimtek Nasional Fraksi DPRD untuk Perkuat Konsolidasi Partai

0
8

Jakarta, Spoiler.id – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar pembekalan dan bimbingan teknis (bimtek) bagi anggota fraksi PDIP DPRD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia sebagai upaya memperkuat konsolidasi internal partai sekaligus penguatan ideologi kader.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan kegiatan bimtek tersebut dibagi ke dalam enam region guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan mengingat jumlah peserta mencapai ribuan orang.

“Pelaksanaan bimtek dibagi dalam enam region supaya lebih efektif karena jumlah anggota DPRD dari PDI Perjuangan sangat banyak,” kata Djarot di kawasan Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026).

Ia menjelaskan region pertama dimulai di DKI Jakarta, kemudian berlanjut di wilayah Kalimantan, Bali, Jawa Timur, dan sejumlah daerah lainnya. Adapun region terakhir akan dipusatkan di Jayapura untuk peserta dari wilayah Papua.

“Yang terakhir nanti region enam akan dilakukan di Jayapura untuk seluruh teman-teman DPRD dan KSB, yakni ketua, sekretaris, bendahara se-Papua,” ujarnya.

Menurut Djarot, kegiatan bimtek berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu (30/5) hingga Minggu (31/5), dengan agenda utama memperkuat nilai-nilai kepartaian serta membangun soliditas organisasi.

Pada hari pertama, peserta memperoleh penguatan terkait nilai, ideologi, dan konsolidasi partai. Sementara pada hari kedua, kegiatan difokuskan untuk membangun bonding atau hubungan kerja yang solid di antara jajaran pengurus partai, khususnya ketua, sekretaris, dan bendahara DPC maupun DPD.

“Oleh sebab itu, untuk teman-teman dewan yang ada di posisi KSB, ketua, sekretaris, bendahara, akan diadakan outbound atau diklat khusus untuk membangun bonding itu,” kata Djarot.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengungkapkan bahwa dalam rangkaian bimtek, PDIP memperkenalkan lagu berjudul Bung Karno Bapak Marhaenisme sebagai bagian dari penguatan nilai ideologi partai.

Ia menjelaskan konsep marhaenisme berasal dari sosok petani kecil bernama Marhaen di Bandung Selatan yang menjadi inspirasi pemikiran Presiden pertama RI Soekarno.

Menurut Djarot, nilai marhaenisme tetap relevan karena PDIP menempatkan kepentingan rakyat kecil sebagai orientasi perjuangan politik partai.

“Karena PDI Perjuangan sebagai partai yang memang dibangun berbasis berorientasi kepada rakyat marhaen, rakyat kecil, kaum duafa, kaum tertindas, mereka-mereka yang miskin karena dieksploitasi oleh satu sistem sosial dan sistem politik,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus DPP PDIP, di antaranya Andreas Hugo Pareira, Ribka Tjiptaning, Wiryanto Sukamdani, Darmadi Durianto, Yoseph Aryo Adhi Dharmo, Yuke Yurike, dan Sri Rahayu. Total peserta yang hadir tercatat lebih dari 600 orang dari berbagai daerah di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here