Baleg DPR Dorong Reforma Agraria Terintegrasi dengan MBG dan KDKMP

0
17

Jakarta, Spoiler.id — Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Azis Subekti menilai reforma agraria tidak boleh berhenti pada redistribusi tanah dan pemberian kepastian hak atas tanah kepada masyarakat.

Menurut Azis, reforma agraria perlu dikembangkan dengan menghubungkan kawasan reforma agraria dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Azis mengatakan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria perlu memberikan perhatian besar terhadap pemberdayaan masyarakat setelah proses penataan dan redistribusi tanah dilakukan.

“Reforma agraria harus menjadi jalan agar rakyat bukan hanya memiliki tanah, tetapi juga memiliki kemampuan produksi, organisasi ekonomi, pasar dan masa depan dari tanah tersebut,” katanya.

Ia mengatakan reforma agraria juga perlu diintegrasikan dengan akses permodalan, kelembagaan koperasi, kepastian pasar, serta hilirisasi hasil produksi.

Menurut dia, integrasi tersebut diperlukan agar masyarakat penerima manfaat reforma agraria tidak hanya menjadi pemilik tanah, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan dan memperkuat posisi mereka dalam struktur perekonomian.

“Tanah saja tidak cukup. Orang miskin yang memperoleh tanah tanpa modal, teknologi, organisasi, dan pasar dapat berubah menjadi pemilik aset yang tetap miskin,” ujarnya.

Azis mengatakan program MBG menciptakan kebutuhan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan, mulai dari beras, telur, sayuran, ikan, buah, susu hingga daging.

Apabila sebagian kebutuhan tersebut dipasok oleh petani, peternak, nelayan, koperasi, dan UMKM di daerah, kata dia, belanja program gizi tersebut sekaligus dapat menciptakan pasar bagi produsen lokal.

“MBG dapat menjadi jangkar pasar bagi ekonomi lokal. Anak-anak memperoleh makanan bergizi, sementara petani, peternak dan nelayan di sekitarnya mendapatkan kepastian permintaan,” ucap Azis.

Ia menjelaskan KDKMP dapat berperan menghimpun produksi masyarakat, menyediakan sarana produksi, pergudangan dan logistik, sekaligus mempertemukan produsen kecil dengan pasar dalam skala yang lebih besar.

Menurut Azis, tahap berikutnya adalah memastikan proses hilirisasi juga memberikan manfaat kepada produsen. Hilirisasi, kata dia, jangan hanya memindahkan pabrik ke dekat petani, sementara petani tetap menjadi pemasok bahan mentah dengan posisi tawar yang rendah.

Oleh karena itu, Azis mengusulkan agar wilayah prioritas reforma agraria tidak hanya memiliki peta pembagian tanah, tetapi juga rencana ekonomi wilayah yang mencakup komoditas unggulan, pembiayaan, kelembagaan koperasi, pembeli, pergudangan hingga industri pengolahan.

Ia menilai pendekatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah membangun perekonomian dari desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Produsen harus memperoleh bagian dari nilai tambah,” katanya.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here