Aliansi Mahasiswa Bengkulu Geruduk Kejati Tuntut Penindakan Dugaan Pelanggaran Agraria PT ABS

0
48
Aliansi Mahasiswa Bengkulu demo di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, pada Senin pagi (8/12/2025). (Foto: Istimewa)

Bengkulu, Spoiler.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bengkulu kembali menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Senin pagi (8/12/2025). Aksi ini merupakan lanjutan protes mereka terhadap dugaan pelanggaran konflik agraria yang hingga kini dinilai belum terselesaikan.

Tuntutan mahasiswa semakin menguat setelah insiden penembakan yang menimpa lima petani di Kabupaten Bengkulu Selatan. Para korban disebut ditembak oleh salah satu karyawan PT Agro Bengkulu Selatan (ABS), perusahaan yang terlibat konflik dengan masyarakat Petani Pino Raya.

Mahasiswa datang membawa sejumlah tuntutan terkait sengketa tersebut dan mendesak aparat penegak hukum bertindak terhadap dugaan pelanggaran perusahaan. Aksi ini juga menjadi kelanjutan dari demonstrasi sebelumnya di kantor ATR/BPN Provinsi Bengkulu.

Dalam aksi sebelumnya, mahasiswa memperoleh dokumen resmi dari BPN yang menyatakan bahwa PT ABS tidak memiliki Hak Guna Usaha (HGU) sejak tahun 2014 hingga 2025. Temuan itu menjadi dasar kuat bagi massa untuk meminta Kejati Bengkulu segera mengambil tindakan tegas.

“Artinya selama 10 tahun lebih PT ABS berjalan tanpa legalitas,” kata salah satu orator dari UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu dalam orasinya.

Menurut massa aksi, keberlanjutan operasional perusahaan tanpa HGU menimbulkan dugaan pelanggaran hukum dan lemahnya pengawasan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat. Mereka menilai aparat penegak hukum harus turun tangan untuk memastikan adanya kepastian hukum bagi masyarakat petani.

Salah satu orator perempuan juga menyuarakan desakan agar Kejati Bengkulu tidak menutup mata terhadap dugaan pelanggaran tersebut.

“PT ABS yang tidak memiliki HGU harus segera diusut oleh pihak kejaksaan. Kami curiga ada persekongkolan antara oknum pejabat dan pihak PT ABS yang bisa beroperasi tanpa izin,” tegasnya.

Mahasiswa menilai Kejati Bengkulu memiliki peran sentral dalam memastikan penegakan hukum berjalan adil tanpa tebang pilih. Mereka berharap penyelidikan terhadap legalitas PT ABS segera dimulai.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan demonstran telah diterima masuk oleh pihak Kejati Bengkulu untuk menyampaikan tuntutan mereka secara langsung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here