Menlu Sugiono Tanggapi Desakan Indonesia Keluar dari Board of Peace

0
50

Jakarta, Spoiler.id – Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan pembahasan terkait Board of Peace (BoP) untuk sementara ditunda menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

“Semua pembicaraan BoP on hold, perhatian saat ini bergeser ke situasi di Iran,” kata Sugiono kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Pernyataan tersebut merespons desakan sejumlah pihak agar Indonesia keluar atau mundur dari Board of Peace setelah memanasnya konflik kawasan.

Sugiono menegaskan Indonesia tetap melakukan komunikasi intensif dengan negara-negara sahabat di kawasan Teluk dan Timur Tengah, termasuk negara anggota BoP yang turut terdampak eskalasi serangan terhadap Iran.

“Kalau terkait BoP, kita tetap konsultasi dengan rekan-rekan di kawasan Teluk karena mereka juga terdampak dan merupakan anggota BoP,” ujarnya.

MUI pertanyakan legitimasi BoP

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, menilai eskalasi tersebut membuat Board of Peace kehilangan legitimasi moral, politik, maupun hukum.

“BoP semakin kehilangan legitimasi moral, politik, dan bahkan hukum karena nyata tidak berguna untuk menciptakan perdamaian sejati, apalagi keadilan,” ujar Sudarnoto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/3/2026).

Ia juga mengkritik peran Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam dinamika konflik tersebut. Menurutnya, serangan terhadap Iran memperlihatkan kontradiksi antara narasi perdamaian dan kebijakan yang diambil.

“Dengan adanya serangan terhadap Iran, maka Trump dengan BoP-nya tak bisa dipercaya menjadi badan yang memperjuangkan kedamaian dan kemerdekaan Palestina,” katanya.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menegaskan saat ini fokus utama adalah memantau perkembangan situasi di Iran dan kawasan Timur Tengah, serta menjaga komunikasi diplomatik guna mendorong stabilitas regional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here