MPR RI Batalkan Final Ulang LCC Empat Pilar Kalbar 2026

0
12

Jakarta, Spoiler.id – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI membatalkan pelaksanaan final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) setelah menerima pernyataan penolakan dari SMA Negeri 1 Pontianak dan SMA Negeri 1 Sambas terkait rencana perlombaan ulang.

Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abraham Liyanto mengatakan keputusan pembatalan tersebut diambil setelah kedua sekolah menyampaikan sikap bahwa final ulang tidak perlu dilaksanakan. Menurut dia, keputusan tersebut juga telah disepakati seluruh fraksi di MPR RI.

“Hari ini kita rapat, tadi dengan pimpinan MPR lengkap, memutuskan bahwa kita mengikuti apa yang sudah disampaikan kedua sekolah ini,” kata Abraham di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/5).

Abraham menjelaskan MPR RI telah melakukan pertemuan dengan pihak SMA Negeri 1 Pontianak dan SMA Negeri 1 Sambas pada pekan lalu. Dalam pertemuan itu, MPR menerima aspirasi kedua sekolah yang meminta polemik perlombaan tidak diperpanjang melalui pelaksanaan final ulang.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan siswi SMA Negeri 1 Pontianak, Josepha Alexandra, yang menjadi sorotan publik dalam polemik LCC beberapa waktu lalu, akan diusulkan menjadi Duta Lomba Cerdas Cermat MPR RI.

“Salah satu aspirasi teman-teman adik Josepha bisa menjadi duta LCC, besok dari Kesekjenan akan menyampaikan hal tersebut,” ujar Abcandra.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas nama MPR RI terkait polemik penilaian dalam LCC Empat Pilar yang ramai diperbincangkan publik. Menurut dia, MPR akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme perlombaan, termasuk menghadirkan dewan juri yang dinilai lebih kompeten dan sesuai aspirasi masyarakat.

“Saya pikir kami akan mengundang juri yang sesuai aspirasi dari masyarakat Indonesia ataupun yang kompeten dari universitas atau pakar tata negara,” katanya.

Sebelumnya, MPR RI sempat memutuskan menggelar ulang babak final LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat menyusul polemik kesalahan penilaian saat kompetisi berlangsung di Pontianak.

Dalam babak final tersebut, tiga sekolah menengah atas yang berkompetisi yakni SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 1 Sambas, dan SMA Negeri 1 Sanggau. Polemik muncul ketika terjadi kesalahan penilaian pada sesi pertanyaan rebutan yang kemudian ramai menjadi sorotan di media sosial.

Peserta sempat menyampaikan keberatan atas keputusan dewan juri. Respons juri dari unsur Sekretariat Jenderal MPR RI, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita W.B. dan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni, turut menjadi perhatian publik dan warganet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here