Prabowo Pastikan Indonesia Swasembada Pangan di Tengah Konflik Geopolitik Dunia

0
9

Jakarta, Spoiler.id – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan di tengah ketidakpastian global dan dinamika geopolitik dunia. Salah satu indikator capaian tersebut terlihat dari meningkatnya produksi udang di Kebumen, Jawa Tengah.

Menurut Presiden, capaian swasembada pangan itu merupakan hasil kerja pemerintah dalam memperkuat kemandirian sektor pangan selama sekitar 19 bulan terakhir.

“Kita alhamdulillah dalam bisa dikatakan 18 bulan ya saya mimpin pemerintahan dari Oktober 2024, 1 tahun 7 bulan. Jadi 19 bulan. Alhamdulillah banyak yang sudah kita capai ya. Kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita,” kata Prabowo, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu.

Presiden menyampaikan hal tersebut saat menghadiri panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen. Ia menyebut, capaian swasembada saat ini mencakup komoditas utama seperti beras, jagung, dan protein telur ayam.

Untuk komoditas daging, pemerintah masih terus melakukan percepatan produksi dengan target kemandirian dalam empat hingga lima tahun ke depan.

Di tengah situasi global yang penuh ketegangan, Prabowo menegaskan pentingnya penguatan pertahanan negara untuk melindungi kekayaan nasional.

“Kita bersyukur ke Yang Maha Kuasa kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan. Makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita, untuk jaga kekayaan kita,” ujarnya.

Presiden juga menyoroti pentingnya menghentikan kebocoran kekayaan negara agar hasil pembangunan dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

“Saya tegaskan bahwa Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor dan kebocoran ini harus kita hentikan,” kata Prabowo.

Ia menambahkan, pemerintah terus mengembangkan berbagai proyek produktif di sejumlah daerah, termasuk pengembangan tambak udang dan ikan di Waingapu, Gorontalo, hingga Pantura Jawa Barat.

Salah satu proyek unggulan adalah Tambak BUBK Kebumen yang dibangun di atas lahan 100 hektare dengan teknologi modern. Hingga siklus operasional ke-8, kawasan ini telah memproduksi 1.151.497 kilogram udang dan menyumbang Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp83,3 miliar.

Selain itu, proyek tersebut juga menyerap 145 tenaga kerja tetap serta sekitar 500 tenaga kerja harian lepas, sekaligus menjadi model pengembangan sektor perikanan modern yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here