Pemprov Bengkulu Evaluasi Program Cetak Sawah 2025, Percepat Solusi Irigasi untuk Lahan Pertanian

0
10

Bengkulu, Spoiler.id – Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni memimpin rapat evaluasi Program Cetak Sawah Rakyat 2025 sekaligus membahas percepatan penyelesaian persoalan irigasi yang masih menghambat pemanfaatan lahan pertanian di sejumlah wilayah.

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin, juga membahas progres pelaksanaan program cetak sawah serta langkah percepatan peningkatan produktivitas pertanian dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu melaporkan bahwa Bengkulu memperoleh alokasi cetak sawah seluas 2.200 hektare pada 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.542,57 hektare telah memiliki Survey Investigasi dan Desain (SID), sementara 861,9 hektare telah memasuki tahap konstruksi.

Sejumlah lokasi bahkan telah memasuki masa tanam hingga panen dengan total luasan sekitar 319,9 hektare yang tersebar di Kabupaten Bengkulu Utara, Seluma, dan Rejang Lebong.

Dalam rapat tersebut, perhatian khusus diberikan terhadap lahan cetak sawah di Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong, seluas sekitar 572 hektare yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan pasokan air irigasi.

Herwan Antoni menegaskan pemerintah harus memastikan lahan sawah yang telah dicetak benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung produksi pangan.

“Sawah sudah dicetak, tetapi air belum mengalir. Ini yang harus segera kita carikan solusinya bersama. Jangan sampai program yang sudah berjalan baik justru dianggap gagal karena persoalan irigasi belum terselesaikan,” kata Herwan.

Ia meminta organisasi perangkat daerah terkait, pemerintah kabupaten, Balai Wilayah Sungai (BWS), serta TNI untuk memperkuat koordinasi dalam mencari solusi percepatan penyediaan pasokan air ke lokasi cetak sawah.

Menurut Herwan, pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah, termasuk pembangunan jaringan perpipaan serta koordinasi dengan pemerintah pusat. Namun demikian, masih diperlukan kajian teknis lanjutan mengingat kondisi kontur lahan yang memerlukan penanganan khusus agar distribusi air dapat berjalan optimal.

Pemerintah Provinsi Bengkulu, lanjut dia, juga telah memperoleh dukungan tambahan dari pemerintah pusat guna menyempurnakan sistem jaringan perpipaan untuk mendukung kebutuhan irigasi.

Sementara itu, perwakilan Kodim menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penyelesaian persoalan irigasi tersebut. Menurut mereka, keterlibatan tenaga ahli hidrologi serta penguatan sistem perpipaan menjadi bagian penting agar solusi yang diterapkan sesuai dengan kondisi lapangan.

Selain mengevaluasi pelaksanaan program 2025, rapat juga membahas rencana cetak sawah tahun 2026. Bengkulu disebut memperoleh indikasi alokasi lahan cetak sawah sekitar 5.000 hingga 6.000 hektare dari Kementerian Pertanian dan saat ini masih menunggu usulan lokasi dari pemerintah kabupaten/kota untuk penyusunan Survey Investigasi dan Desain (SID).

Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya agar program cetak sawah tidak hanya memperluas lahan pertanian, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here