Jakarta, Spoiler.id – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilanjutkan meskipun saat ini pemerintah tengah melakukan evaluasi dan pembenahan tata kelola pelaksanaannya.
Menurut Qodari, MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan, kecerdasan, serta menekan angka stunting di Indonesia.
“Program ini tidak boleh berhenti karena manfaatnya nyata dirasakan masyarakat, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita hingga anak-anak sekolah,” kata Qodari dalam keterangan resmi Bakom RI yang diterima di Jakarta, Minggu.
Ia menjelaskan bahwa setiap program berskala nasional pasti menghadapi berbagai tantangan dalam tahap implementasi. Namun, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk menghentikan program yang dinilai memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Setiap program pasti memiliki dinamika dan tantangan dalam pelaksanaannya. Yang terpenting adalah melakukan evaluasi dan perbaikan, bukan menghentikan program,” ujarnya.
Qodari menegaskan pemerintah berkomitmen terus menyempurnakan pelaksanaan MBG agar lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari proses pembenahan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang telah mengambil langkah penataan dengan menghentikan sementara pembangunan dan persiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum beroperasi.
Menurut dia, kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai standar dan mampu mendukung efisiensi anggaran negara.
“Seluruh SPPG yang masih dalam tahap persiapan dan belum beroperasi dihentikan sementara sambil dilakukan penataan dan evaluasi lebih lanjut,” kata Qodari.
Selain itu, pemerintah juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek pelaksanaan MBG, mulai dari penerima manfaat, kondisi operasional SPPG, kualitas gizi makanan yang disalurkan, hingga tata kelola program dan keterlibatan vendor lokal.
“Nantinya seluruh aspek akan dievaluasi, baik penerima manfaat, operasional SPPG, kualitas gizi, maupun tata kelola dan keterlibatan pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Qodari menambahkan program MBG selama ini telah membantu pemenuhan kebutuhan gizi kelompok rentan, termasuk anak-anak sekolah yang kini memperoleh akses lebih baik terhadap makanan bergizi dan sarapan sehat.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya tuntutan penghentian Program MBG dalam aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat (12/6).
Pemerintah, kata dia, tetap berkomitmen menjalankan program tersebut sembari melakukan evaluasi berkelanjutan guna memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

















































