Dalam Talkshow di BETV , Kapolda Bengkulu Tegaskan : Tidak Ada Ruang Bagi Gengster

0
17

Bengkulu, Spoiler.id – Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., menghadiri undangan sebagai narasumber dalam program Bengkulu Talkshow yang diselenggarakan oleh Bengkulu Ekspress Televisi (BETV) pada Kamis (6/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kapolda hadir didampingi oleh Kabid Humas Kombes Pol Imam WIjayanto,S.I.K., M.H serta Direktur Samapta Polda Bengkulu, Kombes Pol. Suparman, S.I.K.

Kehadiran rombongan Kapolda Bengkulu disambut hangat oleh jajaran manajemen media, di antaranya General Manager BETV, General Manager RBTV, General Manager Koran RBTV, serta Pemimpin Redaksi BETV, sebelum pelaksanaan dialog disiarkan secara langsung (live) dari Studio BETV pada pukul 14.00 WIB. dengan tema “Penanganan Gengster di Bengkulu”.Talkshow di pandu oleh Cindy Novarita,S.Sos dari BETV.

Kapolda Bengkulu menyebut fenomena kelompok yang menamakan diri gengster atau geng motor memang menjadi perhatian. Namun berdasarkan pemetaan, Bengkulu belum dapat dikategorikan sebagai daerah dengan tingkat kriminalitas gengster yang tinggi.

“Yang muncul adalah kelompok-kelompok remaja yang berpotensi mengganggu kamtibmas apabila tidak segera diantisipasi. Yang kami fokuskan bukan nama kelompoknya, tetapi perilaku yang melanggar hukum,” ujar Kapolda Bengkulu.

Ia menjelaskan, pemicu utama munculnya aksi gengster di kalangan remaja berasal dari pengaruh pergaulan negatif, konten media sosial yang menampilkan kekerasan seolah keren, kurangnya pengawasan keluarga, serta minimnya kegiatan positif bagi anak muda.

Berdasarkan pemetaan Polresta Bengkulu tahun 2026, terdapat 24 titik rawan di Kota Bengkulu. Di antaranya kawasan Pantai Zakat, Pantai Panjang, depan Stadion Semarak Sawah Lebar, Jalan Pembangunan sekitar Taman Budaya, Jalan Danau hingga Jalan Merapi Raya depan SPBU, Simpang 4 Tugu Hiu, hingga belakang UNIB.

Data tahun 2026 mencatat 10 kelompok geng motor dengan estimasi ±139 anggota. Sepanjang tahun ini terdapat 5 laporan polisi: 1 pengeroyokan, 3 penyalahgunaan senjata tajam, dan 1 kekerasan terhadap anak. Dari perkara tersebut diamankan 36 pelaku, terdiri dari 31 anak dan 5 orang dewasa.

“Dampaknya bukan hanya meningkatnya potensi tindak pidana, tetapi juga menimbulkan rasa takut di masyarakat. Ini yang harus kita cegah bersama,” tegasnya.

*Strategi 3 Pendekatan: Preemtif, Preventif, Represif*

Untuk menekan aksi gengster, Polda Bengkulu menerapkan strategi komprehensif.

Pertama, *preemtif* melalui deteksi dini, edukasi dan pembinaan oleh Bhabinkamtibmas serta Program Senin Sosialisasi di sekolah. Polda juga mengoptimalkan edukasi di media sosial dan menghadirkan inovasi CAMKOHA 110 untuk memudahkan masyarakat mengadu.

Kedua, *preventif* dengan mengintensifkan patroli rutin, patroli skala besar, dan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan atau KRYD pada malam hingga dini hari di titik-titik rawan. Patroli juga dilakukan secara dialogis untuk menyerap informasi dari masyarakat.

Ketiga, *represif*. “Siapa pun yang melakukan tindak pidana harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tidak ada toleransi terhadap tindakan yang membahayakan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Dalam penanganan perkara, penyidik telah mengamankan barang bukti berupa 3 cambuk ekor ikan pari, 1 bilah samurai, 1 bilah parang, busur dan anak panah, gir bertali, serta 2 unit sepeda motor. Terhadap pelaku yang membawa senjata tajam tanpa hak diterapkan Pasal 307 UU No 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kapolda menekankan penanganan gengster tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian. Peran keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah sangat menentukan.

“Keluarga adalah benteng utama. Orang tua harus tahu dengan siapa anak bergaul dan bagaimana aktivitasnya di media sosial. Sekolah membangun karakter. Pemerintah menyediakan ruang positif bagi remaja,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak main hakim sendiri. Jika menemukan aktivitas mencurigakan seperti konvoi meresahkan, membawa sajam, atau tawuran, segera laporkan melalui CAMKOHA 110 atau kantor polisi terdekat. Setiap laporan akan ditindaklanjuti cepat dan tuntas.

Polda Bengkulu juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi bahaya gengster dan konsekuensi hukum, sekaligus sebagai deteksi dini informasi gangguan kamtibmas.

Menutup talkshow, Kapolda menegaskan Polda Bengkulu tidak akan memberi ruang bagi tumbuh kembangnya aksi gengster.

“Komitmen kami bukan hanya menangkap pelaku, tetapi menyelesaikan hingga ke akar penyebabnya. Keberhasilan diukur dari semakin sedikitnya remaja yang terjerumus, semakin kuatnya kepedulian keluarga, dan semakin tingginya rasa aman masyarakat,” kata Kapolda.

Ia berpesan kepada generasi muda agar mengisi masa muda dengan belajar, berkarya, dan kegiatan positif.
“Jangan pernah menganggap bergabung dengan kelompok kekerasan sebagai sesuatu yang keren. Keberanian sejati adalah berani menolak ajakan negatif dan berani berprestasi,” pungkasnya.

Kapolda juga memastikan patroli malam hingga dini hari akan terus ditingkatkan sesuai hasil analisis kerawanan dan laporan masyarakat.

“Terima kasih kepada rekan-rekan media dan seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu atas dukungan dan kepeduliannya. Mari terus kita perkuat kolaborasi, karena keamanan dan masa depan generasi muda merupakan tanggung jawab kita bersama.”Tutup Kapolda Bengkulu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here