Menhub Copot Dirjen Perhubungan Laut Usai Rentetan Kecelakaan Kapal

0
15

Jakarta, Spoiler.id — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mencopot Muhammad Masyhud dari jabatan Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan pada Jumat (18/9/2026).

Pencopotan tersebut dilakukan di tengah rentetan kecelakaan kapal yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang 2026.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Arif Toha membenarkan pencopotan Masyhud dari jabatan Dirjen Perhubungan Laut. Untuk sementara, posisi tersebut dijalankan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebagai pelaksana tugas.

“Iya (Dirjen Perhubungan Laut dicopot). Sementara Pak Sesditjen Hubla (Plt Dirjen),” ujar Arif Toha saat dikonfirmasi iNews.id.

Namun, Arif belum menjelaskan secara rinci alasan pencopotan Masyhud. Pergantian tersebut berlangsung ketika sejumlah kecelakaan kapal terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan.

Berdasarkan data sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tercatat 601 kecelakaan kapal di Indonesia. Insiden tersebut menyebabkan 239 orang meninggal dunia dan 203 orang dilaporkan hilang.

Salah satu kecelakaan terbaru terjadi pada KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026). Kapal tersebut diketahui mengangkut 243 penumpang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 114 orang berhasil dievakuasi, termasuk enam orang yang meninggal dunia. Sementara itu, 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

Selain KM Virgo Transport 8, kecelakaan kapal juga terjadi pada KMP Putri Yasmin yang mengalami kebakaran pada 12 Agustus 2026.

KMP Putri Yasmin melayani rute Pelabuhan Padangbai, Kabupaten Karangasem, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Kapal tersebut berangkat dari Padangbai sekitar pukul 02.00 WITA. Sekitar pukul 03.45 WITA, masinis jaga melihat asap dari car deck dan kemudian melaporkannya kepada mualim jaga. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada nakhoda.

Insiden lainnya terjadi pada KLM Nurulsalsa 01 yang tenggelam di wilayah Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kapal penumpang tradisional tersebut melayani rute Pelabuhan Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar. KLM Nurulsalsa 01 berangkat dari Jampea pada 15 Juli 2026 sekitar pukul 06.00 WITA.

Sekitar pukul 11.25 WITA, Unit Penyelenggara Pelabuhan Jampea menerima informasi bahwa kapal mengalami mati mesin dan terombang-ambing sekitar empat mil laut di sebelah selatan Pulau Polassi.

Sementara itu, insiden KM Prince Soya terjadi saat kapal tersebut sedang bersandar di Pelabuhan Umum Samarinda, Kalimantan Timur.

Kapal milik PT Bunga Teratai itu membawa 37 orang kru. Seluruh kru dilaporkan berhasil selamat dalam insiden tersebut.

Rentetan kecelakaan kapal tersebut menjadi bagian dari situasi keselamatan pelayaran yang terjadi di Indonesia pada 2026, di tengah pergantian pimpinan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here