Bengkulu Selatan, Spoiler.id – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Quraniyah (STIT-Q) Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, masih menyediakan 31 kuota beasiswa bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang memenuhi persyaratan.
Dari sekitar 70 kuota beasiswa yang disiapkan, sebanyak 31 kuota hingga kini belum terisi. Pihak kampus terus melakukan sosialisasi agar kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan calon mahasiswa yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.
Ketua STIT-Q Manna Bengkulu Selatan Dedi Irawan mengatakan program beasiswa tersebut diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memenuhi ketentuan, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Salah satu persyaratan calon penerima beasiswa merupakan lulusan SMA sederajat tahun 2024, 2025 atau 2026. Penerima beasiswa juga memiliki ketentuan untuk tidak menikah selama masih menerima beasiswa.
“Dengan syarat-syarat itu sudah masuk syarat penerima KIP,” ujar Dedi saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Jumat (21/8/2026).
Dedi mengatakan proses penerimaan calon penerima beasiswa masih dibuka hingga 31 Agustus 2026. Karena itu, calon mahasiswa yang berminat diminta segera melengkapi persyaratan sebelum batas waktu pendaftaran berakhir.
Kesempatan bagi calon mahasiswa dari luar Bengkulu Selatan
Program beasiswa STIT-Q Manna tidak hanya diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang berdomisili di Kabupaten Bengkulu Selatan.
Menurut Dedi, calon mahasiswa dari daerah lain, termasuk dari luar wilayah Bengkulu Selatan, juga dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.
Sosialisasi program dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Agama untuk menjangkau lebih banyak calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan.
“Tidak hanya di Kabupaten Bengkulu Selatan, daerah mana saja hingga daerah luar kota juga bisa mendapatkan beasiswa untuk belajar di STIT,” katanya.
Tiga pilihan program studi
Calon mahasiswa yang menerima beasiswa dapat memilih salah satu dari tiga program studi yang tersedia di STIT-Q Manna, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Pendidikan Agama Islam (PAI).
Dedi berharap masyarakat, khususnya siswa dari keluarga kurang mampu, dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Dengan masih tersedianya 31 kuota, calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan diharapkan segera mendaftarkan diri sebelum proses penerimaan ditutup pada 31 Agustus 2026.

















































