Peltek Air Seluma Klarifikasi Pemberitaan Rehabilitasi Irigasi, Pengerjaan BSS 800 Meter Masuk Plot 2027

0
6

Seluma, Spoiler.id – Pelaksana Teknis (Peltek) melalui Pengamat Irigasi Air Seluma, Alpian Junaidi, memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang beredar di salah satu media massa mengenai pelaksanaan proyek rehabilitasi fisik Daerah Irigasi (D.I) Seluma.

Alpian menegaskan, seluruh rangkaian pembangunan dan rehabilitasi fisik D.I Seluma telah diprogramkan secara matang dan dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2029. Karena itu, pengerjaan tidak dilakukan secara serentak pada seluruh titik dalam satu tahun anggaran.

Menurutnya, setiap ruas saluran telah memiliki perencanaan dan jadwal pengerjaan masing-masing berdasarkan skala prioritas serta kebutuhan di lapangan. Klarifikasi tersebut disampaikan agar masyarakat tidak keliru memahami tahapan pembangunan yang sedang berjalan.

“Seluruh pekerjaan sudah diprogramkan secara bertahap. Jadi tidak semua titik dikerjakan sekaligus dalam satu waktu,” ujar Alpian.

Fokus Anggaran 2026

Untuk tahun anggaran 2026, Pelaksana Teknis memprioritaskan pekerjaan fisik pada dua titik yang dinilai krusial, yakni ruas BSK 5 menuju BSK 6 serta ruas BS 7 menuju BS 8.

Penentuan dua lokasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kedaruratan, terutama potensi bencana akibat luapan air pada musim penghujan.

Alpian menjelaskan, pada kawasan sekitar BSK, BRK, dan BG terdapat saluran dengan panjang lebih dari 12 kilometer yang hingga saat ini belum dilengkapi pintu penguras maupun pintu pengaman banjir. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan lokasi prioritas rehabilitasi.

Pekerjaan pada ruas BSK 5 menuju BSK 6, lanjutnya, diarahkan untuk membantu mengendalikan debit air ketika terjadi luapan. Aliran air nantinya dapat diarahkan langsung menuju Sungai Ngalam sehingga diharapkan mampu mengurangi risiko genangan maupun dampak banjir terhadap kawasan sekitar.

Luruskan Isu Saluran BSS 800 Meter

Terkait isu yang berkembang di media sosial mengenai saluran BSS sepanjang 800 meter, Alpian menegaskan bahwa panjang tersebut tidak tercatat sebagai bagian dari gambar pekerjaan utama pada tahun anggaran 2026.

Ia menjelaskan, aktivitas alat berat yang terlihat di lokasi bukan berarti seluruh ruas BSS sepanjang 800 meter tersebut masuk dalam pekerjaan utama tahun berjalan.
Kegiatan alat berat di lokasi merupakan bentuk respons cepat dan pelayanan teknis atas permintaan petugas pintu air setempat. Permintaan tersebut berkaitan dengan kondisi saluran yang mengalami sedimentasi atau pengendapan lumpur cukup tebal sehingga membutuhkan normalisasi.

Sementara itu, pembangunan pelapis dinding sepanjang sekitar 100 meter di lokasi tersebut dilakukan sebagai langkah preventif. Pelapis tersebut bertujuan mengamankan saluran tersier yang berada berdampingan langsung dengan saluran BSS agar tidak mengalami longsor atau kerusakan yang dapat mengganggu fungsi jaringan irigasi.

BSS Masuk Plot Anggaran 2027

Alpian juga menegaskan bahwa pengerjaan utama pada wilayah BSS bukan diabaikan. Ruas tersebut telah masuk dalam plot anggaran tahun 2027.

Pada tahun yang sama, pengerjaan juga dijadwalkan mencakup ruas BS 5 menuju BSK 4. Dengan demikian, masyarakat diminta tidak langsung menyimpulkan bahwa suatu ruas tidak akan dikerjakan hanya karena belum menjadi prioritas pada tahun anggaran berjalan.

“Semua wilayah D.I Seluma sudah memiliki jadwal pengerjaan masing-masing. Ada yang masuk tahun 2026, 2027, dan tahapan berikutnya sampai 2029,” jelasnya.

Melalui klarifikasi tersebut, Pelaksana Teknis berharap masyarakat maupun media massa dapat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan sesuai dengan kondisi serta perencanaan pekerjaan di lapangan.

Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program rehabilitasi jaringan irigasi tersebut. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur irigasi diharapkan dapat menjaga kelancaran distribusi air, mengurangi risiko kerusakan akibat bencana, serta memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat Kabupaten Seluma secara berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here