Balai Bahasa Bengkulu Dorong Kurikulum Bahasa Enggano untuk Cegah Kepunahan

0
15

Bengkulu, Spoiler.id — Balai Bahasa Provinsi Bengkulu mendorong Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara segera menyusun regulasi penerapan kurikulum bahasa Enggano di seluruh jenjang pendidikan sebagai upaya melestarikan bahasa daerah yang terancam punah.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Andriana Yohan mengatakan bahasa Enggano menjadi salah satu bahasa daerah di Bengkulu yang memerlukan perhatian serius karena jumlah penuturnya terus mengalami penurunan.

“Dari tiga bahasa daerah di Bengkulu ini, bahasa Enggano terancam punah. Untuk itu, saya mendorong Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara membuat regulasi terbentuknya kurikulum pelajaran bahasa Enggano di sekolah,” kata Andriana di Bengkulu, Senin.

Menurut dia, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara untuk membahas langkah-langkah pelindungan dan pelestarian bahasa Enggano.

Melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan Balai Bahasa, pihaknya berharap dapat dilakukan berbagai upaya mitigasi agar bahasa Enggano tetap bertahan dan tidak mengalami kepunahan.

Salah satu langkah yang didorong adalah pembentukan kurikulum pembelajaran bahasa Enggano di sekolah yang diperkuat dengan regulasi pemerintah daerah.

Andriana mengatakan penerapan kurikulum tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam mempelajari dan menggunakan bahasa Enggano.

“Apabila sudah ada kurikulum, maka secara tidak langsung anak-anak didik di sekolah akan belajar bahasa Enggano di ruang kelas. Mereka juga bisa belajar melalui kamus bahasa Enggano, baik yang telah dicetak maupun yang tersedia secara daring,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ancaman terhadap keberlangsungan bahasa Enggano dapat dilihat dari berkurangnya transmisi bahasa antargenerasi.

Pengetahuan dan penggunaan bahasa Enggano dari generasi tua kepada generasi berikutnya dinilai semakin menurun sehingga jumlah penutur aktif terus berkurang.

Selain itu, persentase masyarakat yang masih mampu menuturkan bahasa Enggano juga menjadi salah satu indikator menurunnya vitalitas bahasa tersebut.

Menurut Andriana, apabila hanya sebagian kecil masyarakat yang masih menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa bahasa tersebut berada dalam ancaman.

Berdasarkan sejumlah kriteria vitalitas bahasa yang menjadi rujukan UNESCO, penurunan jumlah penutur dan lemahnya transmisi antargenerasi menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat keterancaman suatu bahasa.

Karena itu, dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara bersama Balai Bahasa Provinsi Bengkulu diperlukan untuk meningkatkan jumlah penutur sekaligus memperluas penggunaan bahasa Enggano di tengah masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Utara Fitriyansyah mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menjaga kekayaan budaya daerah, termasuk keberadaan bahasa daerah yang menjadi identitas masyarakat.

Salah satu bahasa daerah yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah bahasa Enggano yang merupakan bahasa khas masyarakat di Kabupaten Bengkulu Utara.

Fitriyansyah mengakui jumlah penutur bahasa Enggano semakin berkurang sehingga diperlukan program bersama antara Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dan Balai Bahasa Provinsi Bengkulu untuk menjaga kelestariannya.

“Kami berharap nantinya ada program yang dapat dilaksanakan bersama Balai Bahasa agar bahasa Enggano yang endemik di Kabupaten Bengkulu Utara tetap lestari,” katanya.

Pemerintah daerah bersama Balai Bahasa Provinsi Bengkulu diharapkan dapat memperkuat langkah pelestarian bahasa Enggano melalui pendidikan, dokumentasi, penyediaan bahan ajar, serta peningkatan penggunaan bahasa daerah di lingkungan masyarakat.

Pewarta: Restu Edi
Editor: Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here