Bengkulu, Spoiler.id – Pemerintah Provinsi Bengkulu berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sektor pariwisata di daerah tersebut setelah terjadinya insiden karamnya kapal wisata Tiga Putera yang menewaskan delapan orang dari total 107 penumpang, termasuk anak buah kapal (ABK), di perairan Pantai Malabero, pada Minggu (11/5) sore.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, menyatakan bahwa kejadian tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan perbaikan dalam pengelolaan destinasi wisata di wilayah tersebut. Ia mengatakan bahwa pihaknya bersama dengan Kementerian Perhubungan Laut akan bekerja sama untuk memeriksa kembali pembagian tugas masing-masing instansi terkait.
“Insiden ini mengharuskan kami untuk mengevaluasi semua aspek yang ada. Dinas Pariwisata dan Kementerian Perhubungan Laut harus memastikan semua protokol dan fasilitas sudah memenuhi standar demi kenyamanan dan keselamatan pengunjung,” ujar Murlin di Mapolresta Bengkulu pada Selasa (13/5).
Ia menambahkan, evaluasi ini akan difokuskan pada perbaikan fasilitas wisata dan prosedur operasional, untuk memastikan agar pengunjung di berbagai objek wisata di Bengkulu merasa aman dan nyaman.
Murlin juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur yang memadai, seperti transportasi dan sumber daya alam (SDA), agar sektor pariwisata dapat berkembang dengan baik tanpa mengorbankan keselamatan.
Sementara itu, Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan diskusi dengan berbagai instansi terkait, seperti Basarnas, TNI, dan organisasi perangkat daerah (OPD), untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Salah satu langkah yang direncanakan adalah melakukan penataan ulang terhadap prosedur wisata laut, khususnya perjalanan menuju Pulau Tikus.
“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa pariwisata di Provinsi Bengkulu, khususnya perjalanan wisata menuju Pulau Tikus, dapat berlangsung dengan lebih aman dan tertib,” ujar Sudarno.
Kapolresta juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh dan penyusunan regulasi yang lebih ketat mengenai pengelolaan wisata alam di wilayah Bengkulu.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan transportasi yang telah terverifikasi dan memenuhi standar keselamatan yang berlaku.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengungkapkan bahwa total penumpang di kapal Tiga Putera yang karam pada 11 Mei tersebut mencapai 107 orang, termasuk wisatawan yang berangkat dari Pulau Tikus menuju Pantai Malabero.
“Kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa jumlah penumpang yang berada di kapal tersebut adalah 107 orang,” jelas Herwan.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025














































