Diduga Tertabrak KA Argo Bromo, 4 Penumpang Avanza Tewas

0
8

Jakarta, Spoiler.id – Kecelakaan lalu lintas melibatkan kereta api kembali terjadi. Sebuah mobil Toyota Avanza diduga tertemper KA Argo Bromo Anggrek di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5) dini hari, mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka.

Peristiwa tersebut terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon. Mobil Avanza bernomor polisi H 1060 ZP yang mengangkut sembilan penumpang dilaporkan tertabrak kereta api yang melaju dari arah timur menuju barat.

Berdasarkan informasi di lapangan, rombongan penumpang merupakan warga Grobogan yang baru kembali dari mengantar keberangkatan jemaah haji ke Solo.

Diduga kurang berhati-hati saat melintasi rel tanpa palang pintu, kendaraan tersebut tidak menyadari datangnya kereta api hingga akhirnya terjadi benturan keras.

Akibat tabrakan, mobil Avanza terpental sejauh sekitar 20 meter dan mengalami kerusakan parah sebelum akhirnya terlempar ke area persawahan di sekitar jalur rel.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Grobogan AKP Kumala Enggar Anjarani membenarkan kejadian tersebut. Dari total sembilan penumpang, empat orang dinyatakan meninggal dunia, tiga orang mengalami luka ringan, dan dua lainnya menjalani perawatan intensif di RSUD R Soejati Purwodadi.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Grobogan Iptu Eko Ari Kisworo menambahkan seluruh penumpang merupakan warga Grobogan yang tergabung dalam rombongan pengantar jemaah haji.

Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif menyampaikan bahwa insiden terjadi di perlintasan kilometer 52+800, jalur hulu antara Stasiun Panunggalan dan Stasiun Kradenan sekitar pukul 02.52 WIB.

Usai kejadian, KA Argo Bromo Anggrek sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan untuk pemeriksaan kondisi sarana sebelum melanjutkan perjalanan setelah dinyatakan aman.

PT KAI Daop 4 Semarang menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut dan kembali mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel kereta api, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Identitas korban meninggal dunia masing-masing Ny Dalni (52) dan Muhamad Sakroni (52), warga Desa Ngablak, Kecamatan Godong, Naila Dwi K (11) warga Dusun Prau, serta Shazia Belvania Mutia (2,5) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon.

Sementara korban luka terdiri atas Kardi (60) dan Darwati (56) dengan luka ringan, Indah Setyowati (26) yang dirujuk ke RSUD Purwodadi, Vizba Denada P (10) yang menjalani pemeriksaan rontgen akibat nyeri dada, serta Jakinem (77) yang mengalami luka robek pada kaki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here