Bengkulu, Spoiler.id – Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) mengungkapkan kondisi sulit yang dihadapi oleh jaringan Pertashop di Provinsi Bengkulu akibat pendangkalan alur di Pelabuhan Pulau Baai, yang mengganggu distribusi pasokan BBM ke wilayah tersebut.
Ketua Umum DPP HPMPI, Steven, melalui pesan elektronik pada Kamis (14/5), menyampaikan bahwa ia telah mengunjungi anggota DPR RI dari Komisi V dan VI untuk menyuarakan keluhan tersebut. Salah satu anggota DPR RI bahkan menghubungi Direktur Utama Pelindo, yang berjanji bahwa kapal keruk besar akan segera tiba pada minggu ketiga bulan Mei 2025.
Steven juga menekankan bahwa keluhan warga pelosok yang kesulitan mendapatkan pasokan BBM melalui Pertashop semakin meningkat, dan berharap agar masalah pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai segera diatasi.
Pendangkalan yang terjadi telah menyebabkan banyak kapal pengangkut, termasuk kapal yang membawa BBM Pertamina, tidak dapat berlabuh di dermaga pelabuhan. Ini sudah berlangsung selama 1,5 bulan, dan mengakibatkan pasokan BBM ke Pertashop sangat terbatas.
Akibatnya, para pengusaha Pertashop di Bengkulu menderita kerugian yang cukup besar. Hingga Mei 2025, kerugian yang ditanggung diperkirakan mencapai sekitar Rp15 miliar, dengan sekitar Rp10,5 miliar kerugian yang tercatat pada bulan April 2025 saja. Steven memperkirakan kerugian per hari dapat mencapai Rp2,5 juta jika pasokan BBM terlambat datang.
“Bagaimana kami bisa memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di desa-desa terpencil jika pasokan terhambat seperti ini? Kami harap Pertamina dapat menambah jumlah mobil tangki untuk memperlancar distribusi ke Terminal BBM Pulau Baai,” tambah Steven.
Untuk saat ini, Pertashop harus mengandalkan pasokan lewat jalur darat, yang tidak hanya terbatas jumlahnya, tetapi juga tidak terjamin keakuratannya. Jumlah mobil tangki yang tersedia sangat terbatas, dan hanya sekitar 16 ton BBM yang bisa didistribusikan ke lebih dari 90 ton permintaan dari Pertashop di Bengkulu.
Sementara itu, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) sedang berusaha mengatasi masalah ini dengan mendatangkan dua kapal keruk besar, yaitu Kapal CSD Costa Fortuna 3 dan AHT Costa Fortuna 5, untuk mengeruk alur Pelabuhan Pulau Baai. “Kami paham betul pentingnya kelancaran alur pelayaran untuk mendukung aktivitas logistik di Bengkulu, dan saat ini koordinasi dengan pihak terkait sudah dilakukan,” ujar General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, S. Joko.
Pelindo memastikan kapal keruk tersebut akan segera tiba di Pelabuhan Pulau Baai dan diharapkan dapat segera memulai pengerukan untuk memperbaiki kondisi alur. Proses pengerukan ini difokuskan untuk memperlebar dan memperdalam alur pelayaran agar kapal bermuatan besar dapat berlabuh dengan aman dan efisien.
Pewarta: Syafri Yantoni
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025
















































