Jelang SPMB 2026, Dikbud Kota Bengkulu Perkuat Pengawasan dan Sistem Pendaftaran Online

0
79

Bengkulu, Spoiler.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai upaya mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 agar berlangsung objektif, transparan, akuntabel, non-diskriminatif, dan kompetitif.

Kegiatan yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Ilham Putra, tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor guna menyamakan persepsi terkait regulasi dan mekanisme penerimaan peserta didik baru di jenjang TK, SD, hingga SMP.

Peserta FGD terdiri atas praktisi pendidikan, jajaran Intelkam Polda Bengkulu, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu.

Ilham Putra mengatakan koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan seluruh tahapan SPMB berjalan sesuai ketentuan, termasuk terkait aspek legalitas kependudukan, pengawasan, keamanan, hingga kesiapan sistem pendaftaran daring.

“Melalui FGD ini, kita menyamakan persepsi agar pelaksanaan SPMB tahun 2026 dapat mengakomodasi hak seluruh calon murid secara adil untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas. Sinergi bersama Kominfo, Kemenag, kepolisian, dan para kepala sekolah akan memastikan proses ini berjalan baik serta bebas pungutan biaya,” kata Ilham.

Dalam forum tersebut, peserta juga membahas mekanisme penerimaan peserta didik baru tingkat SMP yang terdiri atas empat jalur utama, yakni jalur domisili dengan kuota paling sedikit 40 persen, jalur prestasi maksimal 35 persen, jalur afirmasi bagi keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas sebesar 20 persen, serta jalur mutasi perpindahan tugas orang tua paling banyak 5 persen.

Sementara untuk jenjang SD, penerimaan peserta didik memprioritaskan calon murid berusia minimal tujuh tahun dengan mempertimbangkan domisili terdekat. Proses seleksi juga tidak menggunakan tes membaca, menulis, dan berhitung.

Keterlibatan Intelkam Polda Bengkulu dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu mengantisipasi potensi kerawanan sosial selama proses pendaftaran berlangsung. Di sisi lain, Kominfo akan mendukung kelancaran sistem pendaftaran daring agar masyarakat dapat mengakses layanan tanpa kendala teknis.

Dikbud Kota Bengkulu optimistis pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 25, 26, 29, dan 30 Juni 2026 dapat berjalan lancar, aman, serta memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat.

Melalui penguatan koordinasi dan pengawasan lintas sektor, pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan proses penerimaan murid baru yang transparan, berkualitas, dan berorientasi pada pelayanan pendidikan yang merata bagi seluruh warga Kota Bengkulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here