Mimika, Spoiler.id – Ketua Koordinator Forum Alumni Pimpinan Cipayung Kabupaten Mimika Bojan Dokainubun mengapresiasi upaya Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menciptakan situasi kondusif di Tanah Papua.
Menurut Bojan, pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan personel Satgas Damai Cartenz menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.
Ia menilai upaya menjaga keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Polri, khususnya Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026, atas upaya yang terus dilakukan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Tanah Papua,” ujar Bojan di Kabupaten Mimika, Sabtu (29/8/2026).
Bojan mencontohkan sejumlah kegiatan yang dilakukan personel Satgas Damai Cartenz, antara lain kunjungan ke panti asuhan, patroli di sejumlah wilayah, serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurut dia, kegiatan tersebut membuka ruang interaksi antara aparat keamanan dan masyarakat sekaligus membantu membangun kepercayaan.
“Kehadiran seperti ini menunjukkan bahwa tugas menjaga keamanan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga tentang bagaimana membangun kepercayaan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan keamanan dan kedamaian merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh lapisan masyarakat.
“Keamanan dan kedamaian tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Bojan, komunikasi yang baik dan sikap saling menghargai menjadi modal penting dalam menjaga Mimika dan wilayah Papua tetap aman serta kondusif.
Dalam kesempatan itu, Bojan juga mengecam aksi penyanderaan terhadap masyarakat sipil yang dilaporkan terjadi di Distrik Jila, Kabupaten Mimika.
Ia menegaskan masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tidak seharusnya menjadi korban kekerasan dalam situasi gangguan keamanan.
“Kami sangat menyesalkan dan mengutuk keras tindakan penyanderaan terhadap masyarakat sipil yang terjadi di Distrik Jila. Masyarakat sipil harus dilindungi dan diberikan rasa aman untuk menjalankan kehidupan sehari-hari,” katanya.
Menurut dia, masyarakat memiliki hak untuk bekerja, bersekolah, beribadah, dan memenuhi kebutuhan keluarga tanpa dibayangi ancaman kekerasan.
“Kita semua tentu menginginkan Papua yang aman dan damai sehingga masyarakat dapat menjalankan kehidupannya dengan tenang. Karena pada akhirnya, yang paling merasakan dampak dari situasi keamanan adalah masyarakat itu sendiri,” tambahnya.
Bojan juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Polri melalui Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 dalam menangani berbagai gangguan keamanan dengan tetap mengedepankan ketentuan hukum serta keselamatan masyarakat.
“Penegakan hukum harus tetap berjalan, tetapi di saat yang sama pendekatan kemanusiaan dan komunikasi dengan masyarakat juga harus terus diperkuat. Dengan begitu, kehadiran Polri benar-benar dapat dirasakan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat, khususnya di Kabupaten Mimika, untuk turut berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Menurut Bojan, upaya menjaga situasi kondusif dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menjaga komunikasi antarwarga dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Mari kita sama-sama menjaga ketenangan, tidak menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kepanikan, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat. Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan dengan komunikasi dan cara-cara yang damai,” katanya.
Bojan juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan ruang terhadap kekerasan maupun penyebaran informasi yang berpotensi memecah persatuan.
“Mari kita menjadi bagian dari solusi. Jangan memberikan ruang bagi kekerasan dan jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah persatuan. Mari kita jaga Mimika sebagai rumah kita bersama,” tuturnya.
Ia berharap situasi keamanan yang terus terjaga dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung kelanjutan pembangunan di Tanah Papua.
“Papua damai adalah harapan kita semua. Masyarakat aman, pembangunan berjalan, anak-anak bisa sekolah dengan tenang, dan kita bisa melihat masa depan Papua yang lebih baik,” pungkas Bojan.
Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2026

















































