Bekasi, Spoiler.id – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengajak kalangan buruh untuk bersinergi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Hal ini disampaikan saat menghadiri Apel Akbar Kebangsaan Buruh Indonesia yang digelar di Lapangan Botanical Jababeka, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/10).
Di hadapan puluhan ribu buruh dari berbagai elemen serikat pekerja, Kapolri menegaskan pentingnya stabilitas kamtibmas sebagai prasyarat utama dalam mendukung pembangunan nasional serta kebijakan strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Tadi kita sepakat bahwa buruh dan Polri harus bersinergi menjaga stabilitas kamtibmas. Ini menjadi modal besar untuk mewujudkan keamanan dalam negeri, yang pada akhirnya menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Jenderal Sigit.
Menurut dia, dukungan dari kalangan buruh menjadi kunci agar program-program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dapat berjalan optimal.
“Program-program pemerintah membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk buruh. Dengan bersatu, kita bisa mewujudkan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh,” ujarnya.
Deklarasi Kebangsaan Buruh Dukung RUU Ketenagakerjaan dan Tolak Anarkisme
Apel Akbar Kebangsaan Buruh Indonesia juga dihadiri Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Hadir pula Bupati Bekasi Ade Kuswara bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Andi Gani menyebut apel ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk menunjukkan tekad buruh menjaga keutuhan NKRI serta menolak aksi kekerasan dan anarkisme dalam penyampaian aspirasi.
“Kerusakan fasilitas umum akibat aksi anarkis yang terjadi beberapa waktu lalu telah menimbulkan kerugian besar. Fasilitas itu dibangun dari pajak rakyat. Maka dari itu, kita sebagai buruh harus hadir sebagai penegak kedamaian, bukan pemicu kerusuhan,” ucap Andi Gani.
Dalam agenda tersebut, massa buruh juga membacakan Deklarasi Kebangsaan Buruh Indonesia sebagai bentuk komitmen bersama. Isi deklarasi di antaranya mendukung penuh pengesahan RUU Ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh Indonesia, serta menyatakan dukungan terhadap program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai pro terhadap kesejahteraan buruh.
Presiden KSPI Said Iqbal turut menyampaikan hal senada. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari konsolidasi nasional buruh untuk mengawal kebijakan ketenagakerjaan yang adil, sekaligus memperkuat perjuangan buruh secara konstitusional dan damai.
Pengawalan Ketat dan Dukungan Penuh Polri
Kapolri dalam kesempatan itu didampingi sejumlah pejabat tinggi Mabes Polri, antara lain Kabaintelkam Komjen Pol. Yuda Gustawan, Kabareskrim Komjen Pol. Syahardiantono, Kadiv Propam Irjen Pol. Abdul Karim, dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri juga turut hadir.
Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri akan selalu hadir bersama buruh dalam menciptakan situasi yang kondusif dan mendukung percepatan pembangunan nasional.
“Apel ini bukan hanya bentuk kebersamaan, tapi juga simbol dari kekuatan buruh sebagai penggerak ekonomi. Buruh adalah patriot bangsa yang berdiri di garda terdepan,” tutur Jenderal Sigit.
















































