Waspadai Lonjakan PNS Masuk ke Bengkulu, Walikota Terapkan Moratorium

0
198
Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi. (Spoiler.id)

Kota Bengkulu,spoiler.id – Pemerintah Kota Bengkulu memutuskan untuk menghentikan sementara proses mutasi masuk bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dari luar daerah. Keputusan ini diambil oleh Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, dan akan berlaku sampai waktu yang belum ditentukan.

“Baru dua bulan saya menjabat, sudah ada sekitar 20 orang yang mengajukan pindah ke Kota Bengkulu. Kalau tidak dikendalikan, jumlah ini bisa membengkak dan menambah beban fiskal daerah. Oleh karena itu, sementara kita hentikan dulu,” ujar Dedy dalam keterangannya baru-baru ini.

Berdasarkan evaluasi, banyaknya permohonan mutasi masuk disinyalir dipicu oleh besarnya Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) di lingkungan Pemkot Bengkulu, yang disebut lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di Provinsi Bengkulu.

Meski sejumlah ASN menyebut alasan pribadi seperti ingin dekat keluarga atau mengurus orang tua, Walikota menilai faktor utama tetap karena insentif keuangan yang menggiurkan.

“Kalau kita biarkan, dampaknya bisa serius bagi anggaran daerah. Kita sedang menjalankan efisiensi sesuai arahan pemerintah pusat, jadi harus hati-hati,” tegasnya.

Ia menjelaskan, TPP untuk Eselon III di Kota Bengkulu setara dengan tunjangan Eselon II di kabupaten lain. Hal inilah yang menurutnya menjadi salah satu pemicu tingginya minat ASN untuk pindah ke kota tersebut.

Selain itu, saat ini Pemkot Bengkulu juga tengah menanggung konsekuensi anggaran dari penerimaan 183 PNS baru hasil seleksi CPNS serta ribuan tenaga PPPK yang telah dinyatakan lulus tahap I dan II, semuanya dibiayai melalui APBD.

“Kita sudah angkat sekitar 2.000 PPPK, lalu CPNS juga sudah masuk. Itu semua beban APBD. Jadi, sampai keuangan kita cukup stabil, mutasi masuk akan dibatasi. Kecuali untuk formasi khusus seperti dokter, tenaga ahli, atau pejabat Eselon II yang memang dibutuhkan,” tutupnya.

Pewarta: Restu Edi
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here