Pemkab Bengkulu Tengah Telusuri Dugaan Beras Oplosan Beredar di Pasaran

0
97
Beras premium oplosan. (Foto Dok. Suara.com)

Bengkulu Tengah, Spoiler.id– Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagperinkop UKM) menindaklanjuti temuan dugaan peredaran beras oplosan berbagai merek yang masih beredar di minimarket dan toko-toko kelontong wilayah setempat.

Langkah ini diambil setelah beredar informasi mengenai praktik pengoplosan beras, yakni pencampuran beras premium dengan kualitas di bawah standar, serta dugaan pengurangan berat bersih dalam kemasan.

“Kami sudah menerima laporan tersebut dan akan segera melakukan pengecekan ke lapangan. Kami juga akan berkoordinasi dengan Disdagperinkop Provinsi Bengkulu untuk tindakan lebih lanjut,” kata Kabid Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian Disdagperinkop Bengkulu Tengah, Mimi Noviarti, Rabu (16/7/2025).

Sejumlah merek yang diduga terlibat antara lain berasal dari PT Wilmar Group dengan label Sania, Fortune, dan Siip, PT Belitang Panen Raya dengan produk Raja Platinum dan Raja Ultima, serta PT Subur Jaya Indotama dengan merek Dua Koki.

Beras-beras tersebut masih ditemukan dijual secara bebas, baik di gerai ritel modern maupun warung tradisional.

“Sempat ada penarikan beberapa produk, tapi sekarang beras merek Sania sudah kembali masuk ke minimarket kami,” ungkap seorang pegawai toko modern di Bengkulu Tengah.

Sementara itu, Eva, salah satu pemilik toko kelontong, mengaku tidak mengetahui bahwa beras yang dijualnya diduga oplosan. “Kami tidak tahu. Penjualannya justru tinggi, terutama merek Sania,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa harga beras sempat naik sekitar seribu rupiah per kilogram dalam beberapa waktu terakhir.

Dugaan kasus ini mencuat setelah Kementerian Pertanian bersama Kepolisian melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah produsen dan menemukan adanya pengoplosan serta pengurangan takaran.

Namun, dari hasil penimbangan di lapangan terhadap sejumlah kemasan beras yang diduga melakukan pelanggaran, diketahui beratnya masih sesuai dengan yang tertera pada label.

Pemerintah daerah menyatakan akan terus memantau dan menindaklanjuti temuan ini demi melindungi hak konsumen serta menjaga stabilitas kualitas pangan di masyarakat.

Pewarta: Yulisman
Editor : Desty Dwi Fitria
COPYRIGHT © SPOILER 2025

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here