Balai Bahasa Bengkulu Terbitkan 80 Buku Bacaan Anak Dwibahasa untuk Lestarikan Bahasa Daerah

0
125
Masyarakat di Bengkulu saat membaca buku cerita dwibahasa yang menggunakan bahasa daerah, Sabtu (20/12/2025). (Foto: Istimewa)

Bengkulu, Spoiler.id – Balai Bahasa Provinsi Bengkulu hingga kini telah menerbitkan sebanyak 80 buku bacaan anak dwibahasa sebagai upaya mendorong literasi sekaligus melestarikan bahasa daerah sejak usia dini.

Puluhan buku bacaan tersebut disusun menggunakan dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa daerah, agar anak-anak tidak hanya menikmati cerita yang menarik, tetapi juga mengenal kekayaan bahasa lokal yang ada di Provinsi Bengkulu.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Andriana Johan mengatakan penerbitan buku bacaan dwibahasa tersebut menjadi bagian dari strategi pelestarian bahasa daerah yang menyasar generasi muda sebagai calon penutur di masa depan.

“Selain menumbuhkan minat baca, buku ini juga menjadi sarana untuk menambah pengetahuan pembaca terhadap bahasa-bahasa daerah. Ini merupakan upaya pelestarian bahasa daerah yang dimulai sejak anak-anak,” kata Andriana di Kota Bengkulu, Sabtu.

Ia menjelaskan, 80 buku bacaan anak tersebut memuat tiga bahasa daerah utama di Bengkulu, yakni bahasa Rejang, bahasa Enggano, dan bahasa Bengkulu. Ketiga bahasa tersebut memiliki sembilan dialek, di antaranya dialek Kaur, Kota Bengkulu, Mukomuko, Pekal, Pasemah, Lembak, Serawai, Tunggang, dan dialek lainnya.

Menurut Andriana, ketersediaan bahan bacaan yang sesuai dengan usia anak menjadi salah satu kunci utama dalam menumbuhkan minat baca sejak dini. Kehadiran buku bacaan dwibahasa diharapkan mampu menjadi media literasi yang edukatif dan kontekstual bagi anak-anak dan masyarakat Bengkulu secara umum.

Ia berharap ke depan Balai Bahasa Provinsi Bengkulu dapat menerbitkan lebih banyak buku berbasis bahasa daerah, sehingga wawasan generasi muda terhadap bahasa dan budaya lokal terus meningkat seiring berkembangnya minat literasi.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebutkan Indonesia memiliki 817 bahasa daerah yang tersebar di seluruh wilayah. Dari jumlah tersebut, Provinsi Papua menjadi daerah dengan bahasa daerah terbanyak, mencapai sekitar 400 bahasa.

Dengan kekayaan bahasa daerah tersebut, menurut Abdul Mu’ti, bahasa lokal dapat dijadikan muatan lokal dalam kurikulum pendidikan di masing-masing daerah dan diajarkan secara intensif kepada siswa sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah.

Ia menambahkan, Provinsi Bengkulu juga memiliki keragaman bahasa daerah yang menjadi kekayaan nasional dan perlu dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

“Bahasa daerah bukan hanya identitas budaya, tetapi juga memiliki peran penting dalam keberhasilan pembelajaran bahasa bagi anak-anak,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here